Makan Ku Utamakan Cita Rasa dan Teknologi

user
tomi 02 November 2020, 18:30 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Puspo Wardoyo, Founder Makanku yang juga Owner Wong Solo Group mengatakan dalam kuliner siap saji Makanku tetap mengutamakan cita rasa selain menggabungkan aspek teknologi tinggi.

"Memang Makan Ku menggunakan teknologi tinggi seperti ada pemanas dalam box makanan, namun kita tetap mengutamakan cita rasa enak sebagai kuliner dari berbagai daerah nusantara," tutur spesial speaker Puspo Wardoyo, Founder Makanku juga Owner Wong Solo Group dalam Webinar Nasional Kewirausahaan “New Normal, New Creative Business Idea” yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Nurul Ilmi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Senin (2/11/2020).

Selain Puspo Wardoyo, dalam webinar yang diikuti sekitar 600 peserta secara daring dari seluruh Indonesia, juga sebagai pembicara adalah Sandiaga Salahuddin Uno, Founder OKOCE dan Rumah Siap Kerja. Sementara bertindak sebagai moderator Faris Isnawan. Syamsul Huda pembina UKMI Nurul Ilmi juga memberikan sambutan di awal acara.

Menurut Puspo Wardoyo , Makanku merupakan perwujudan cita rasa nusantara, ada varian menu kuliner tradisional Indonesia seperti gudeg, rendang daging, ayam balado, ayam asam manis dan gulai ikan. "MakanKu telah mendapatkan sertifikat halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga dapat dipastikan seluruh bahan baku serta proses pengolahan telah sesuai dengan standar MUI yang membuat MakanKu Halalan dan Thayyiban." papar Puspo Wardoyo.

MakanKu juga telah tersertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan diolah berdasarkan standart Internasional (ISO 22000 : 2018 – Food Safety Management System) yang menjamin kehigienisan serta aman untuk dikonsumsi siapa saja. " Makan Ku dengan teknologi tinggi tetap bisa disimpan di suhu kamar selama setahun tanpa bahan pengawet. Rasanyapun tetap sama," paparnya.

Puspo Wardoyo yang punya hobi memasak sejak remaja itu juga mengapresiasi lembaga Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang memberikan mata kuliah kewirausahaan bagi mahasiswanya. " Semoga ke depan bakal bermunculan pebisnis handal yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi Islami. Pengalaman saya sebagai pebisbis muslim harus dilandasi iman yang kuat serta menyedekahkan keuntungan bisnis hingga 30 persen," ujar Puspo Wardoyo menjawab pertanyaan salah satu peserta webinar bagaimana kiat mengelola bisnis kuliner hingga bertahan bahkan meningkat keuntungannya selama puluhan tahun.

Menurut Puspo sekarang outlet Wongsolo Grup telah menggurita hingga 287 outlet selain di Indonesia juga di Malaysia dan Saudi Arabia. "Hal itu menjadikan kami terus tertantang untuk kreatif, inovatif serta gigih untuk melakukan terobosan pasar, apalagi di saat pandemi Covid-19 ini.," ujar Puspo seraya menyarankan agar pemerintah jangan menutup usaha kuliner di saat pandemi Covid-19, namun berlakukan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dari cuci tangan, pakai masker hingga sosial distancing jaga jarak, hindari kerumunan.

Sementara Sandiaga Salahuddin Uno menganjurkan mengefektifkan

digital marketing di saat pandemi Covid -19 sekarang ini. "Mahasiswa IAIN jangan takut memulai berbisnis. Awali dengan ide online bisnis di sekitar IAIN Surakarta. Kota Surakarta adalah kota tujuan wisata juga tujuan bisnis."papar Sandiaga Uno seraya memotivasi pemula bisnis jangan takut gagal. (Hwa)

Kredit

Bagikan