Pembiayaan BCA Syariah Tembus Rp5,7 Triliun

user
tomi 28 Juli 2020, 12:23 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com -Selama semester I tahun 2020 Ban Central Asia Syariah ( BCA Syariah) berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 5,7 triliun atau meningkat sebesar 16,2 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4,9 triliun.

“Di tengah kondisi yang penuh tantangan ini, kami tetap berkomitmen untuk melakukan penyaluran pembiayaan dengan penuh kehati-hatian. Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk percepatan pemulihan ekonomi di tanah air. Pembiayaan yang disalurkan selama semester I tahun ini sebesar Rp 5,7 triliun atau meningkat sebesar 16,2 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu” kata Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih pada acara pemaparan kinerja BCA Syariah secara virtual, di Jakarta, Senin (27/7).

Dikatakan, pembiayaan didominasi penyaluran pembiayaan untuk segmen komersial sebesar Rp 4,3 triliun dengan komposisi sebesar 76,4 persen  diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar Rp 1,2 triliun dengan komposisi 21,3 persen  dari total pembiayaan. Sementara untuk  Non Performing Financing (NPF) Gross di angka 0,69 persen  dan NPF Net di angka 0,21 persen.

“Prinsip kehati-hatian yang senantiasa diterapkan BCA Syariah dalam penyaluran pembiayaan juga tercermin dari tingkat Loan at Risk (LaR) BCA Syariah yang berada pada posisi 6,73 persen, turun dibandingkan Juni 2019 yang tercatat 6,82 persen,» tegasnya.

Sementara untuk laba, menurut Kosasih, laba sebelum pajak di Juni 2020 sebesar Rp 37,3 miliar meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 34,3 miliar. Sementara itu, laba setelah pajak tercatat sebesar Rp 28 miliar.

Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 6 triliun atau  tumbuh sebesar 7,46 persen  bila dibandingkan periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai  Rp 5,6 triliun.

Dikatakan, untuk aset  BCA Syariah di bulan Juni 2020 tumbuh 21,05 persen menjadi Rp 8,5 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7 triliun.  Rata-rata pertumbuhan aset BCA Syariah selama tahun 2010-2019 (CAGR) sebesar 28,97 persen  tumbuh di atas rata-rata tahunan Bank Umum Syariah yang tercatat sebesar 17,97 persen.

Sementara itu, Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, dalam mendukung tatanan kehidupan normal baru, BCA Syariah terus meningkatkan fitur-fitur e-channel untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi para nasabah. Di masa pandemi ini, pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat sebesar 46 persen  menjadi sebanyak 36.700 ribu user dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 25.100 user.

Sementara pengguna internet banking Klik BCA Syariah meningkat 108 persen menjadi sebesar 5.800 user dibandingkan tahun lalu di kisaran 2.800 user.  Transaksi melalui e-channel mendominasi jumlah transaksi BCA Syariah selama kuartal kedua tahun 2020. Komposisi terbesar adalah transaksi melalui BCA Syariah mobile dan Klik BCA Syariah sebesar 52 persen disusul oleh transaksi ATM/EDC sebesar 45% dan sisanya melalui cabang sebesar 3 persen. ( Lmg)

Credits

Bagikan