BI Turunkan BI7DRR 0,25 Persen

user
tomi 17 Juli 2020, 12:08 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia(BI) kembali menurunkan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bsp) dari 4,25 persen menjadi 4 persen. Begitu juga dengan , suku bunga Deposit Facility turun sebesar 25 bps dari 3,5 persen menjadi 3,25 persen serta tingkat suku bunga Lending Facility turun sebesar 25 bps dari 5 persen menjadi 4,75 persen.

"Kami memutuskan menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bsp. Keputusan ini konsisten dengan prakiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mendorong pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, pada acara pengumuman hasil rapat dewan Gubernur BI, secara virtual Jakarta, Rabu (16/7).

Dikatakan, untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi COVID-19, BI lebih menekankan pada penguatan sinergi ekspansi moneter dengan akselerasi stimulus fiskal Pemerintah. Dalam hal ini, BI berkomitmen untuk melakukan pendanaan atas APBN 2020 melalui pembelian SBN dari pasar perdana secara terukur, baik sesuai mekanisme pasar maupun secara langsung sebagai bagian dari upaya untuk biaya kesehatan, perlindungan sosial, serta sektoral K/L dan Pemerintah Daerah guna mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional. Di samping itu, Bank Indonesia juga berbagi beban dengan Pemerintah untuk mempercepat pemulihan UMKM dan korporasi.

Selain itu, BI juga terus memperkuat koordinasi langkah-langkah kebijakan dengan Pemerintah dan KSSK untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, termasuk penyediaan pendanaan bagi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui mekanisme repo dan/atau pembelian SBN yang dimiliki LPS sesuai Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2020.

Bank Indonesia juga terus mempercepat digitalisasi sistem pembayaran

untuk percepatan implementasi ekonomi dan keuangan digital sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi melalui kolaborasi antara bank dan fintech untuk melebarkan akses UMKM dan masyarakat kepada layanan ekonomi dan keuangan. (Lmg)

Credits

Bagikan