Anggaran Penanganan Covid-19 Ditambah

user
tomi 08 Juli 2020, 23:39 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 87,55 triliun. Anggaran ini meningkat dari sebelumnya sebesar Rp 75 triliun adalah pagu anggaran yang lama. Namun anggaran tersebut, baru 5,12 persen yang dibelanjakan. Hal ini dikarenakan adanya keterlambatan klaim biaya perawatan dan insentif tenaga kesehatan.

"Ini karena ada keterlambatan klaim biaya perawatan dan insentif tenaga kesehatan," kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, Kunta Wibawa Dasa Nugraha dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa, (8/7).

Untuk itu, pemerintah akan mempercepat penyerapan anggaran ini, pemerintah akan melakukan sejumlah cara seperti percepatan pencairan insentif bagi tenaga medis di bulan Juli ini. Tentu setelah adanya simplifikasi prosedur dengan adanya revisi Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes).

"Pemerintah menyusun Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2020 agar pencairan anggaran bisa lebih cepat. Sehingga, akan ada percepatan pembayaran pada Juli untuk insentif tenaga kesehatan. ini bisa dilakukan setelah ada simplikasi prosedur dengan adanya revisi Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes)," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kesehatan, Trisa Wahjuni Putri, mengakui sebelumnya ada keterlambatan belanja anggaran. Sehingga, Kemenkes dan Kemenkeu mencari solusi. Salah satunya dengan revisi Kepmenkes, dari Kepmenkes Nomor Hk.01.01/Menkes/276/2020 menjadi Kepmenkes Nomor Hk.01.07/Menkes/392/2020. "Ini sesuai dengan perintah presiden untuk melakukan terobosan," kata Trisa.

Sementara itu Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Kementerian Kesehatan, dr Trisa Wahjuni Putri mengungkapkan, memang ada suatu keterlambatan klaim. Hal tersebut karena pencairan insentif nakes memerlukan mekanisme yang perlu dilalui dan melalui proses verifikasi. (Lmg)

Credits

Bagikan