Profesional dan Relijius, Resep Keberhasilan Puspo Wardoyo

user
tomi 01 Juli 2020, 18:31 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Jatuh bangun dalam merintis bisnis itu hal biasa bagi Puspo Wardoyo owner Wong Solo Grup yang memiliki ratusan gerai rumah makan baik di dalam maupun luar negeri.

"Untuk melanggengkan usaha bahkan meningkatkan omset, maka diperlukan kegigihan, fokus pada bidang usaha yang dipilihnya. Intinya harus profesional serta relijius," tutur pengusaha kuliner Puspo Wardoyo ketika berlangsung Grow Your Business With Free Webinar 'From Zero To Hero: Success Story Puspo Wardoyo Owner Wong Solo Group. Ayam Bakar Wong Solo memiliki beragam Outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapura, Jeddah hingga Qatar dengan ribuan karyawan. Ayam Bakar Wong Solo dikenal sebagai pelopor waralaba asli Indonesia yang dibeli di tanah air .

Acara webinar yang diikuti puluhan kalangan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) seluruh Indonesia juga luar negeri itu digelar secara daring oleh Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Barat, Rabu (1/7/2020).

Menurut Puspo Wardoyo, pihaknya mulai bisnis ayam bakar mulai dari nol dimulai dari Solo kemudian berlanjut ke Medan. "Saya punya hobi memasak, juga belajar dari buku, juru masak atau dari orang lain. Nilai lebih Ayam Bakar Wong Solo adalah Halalan Thayyiban. Halal artinya produk dan proses di Ayam Bakar Wong Solo memperhatikan aspek kehalalan. Thayyiban (baik) artinya disamping menu-menu yang disajikan adalah bahan-bahan yang segar dan memiliki nilai gizi yang tinggi." paparnya seraya menambahkan sebagian dari keuntungan diamalkan.

Selain selalu berinovasi, mendorongnya untuk mencipta makanan nasi cepat saji atau Meal Ready To Eat (MRE). MRE yang yang pertama kalinya di Indonesia, dilengkapi alat pemanas otomatis itu cukup unik dan enak cita rasanya. "Digelar dalam berbagai cita rasa semuanya jenis makanan tradisional asli Indonesia diantaranya yakni rendang, gudeg, gulai ayam dan ayam balado. Ciri khasnya menyajikan makanan tradisional Indonesia tanpa mengurangi cita rasanya."tutur Puspo Wardoyo.

Selain itu MRE yang cocok digunakan sebagai makanan saat jamaah haji dan umroh itu memiliki umur simpan yg lama, serta efisien dalam penyajian. " Tidak menggunakan bahan pengawet dan penyedap rasa serta diproses menggunakan teknologi modern. MRE merupakan

makanan yg sehat dan higienis,” ujar owner Ayam Bakar Wong Solo Puspo Wardoyo. (Hwa)

Kredit

Bagikan