Ekonomi RI 'Terpapar' Covid-19, Pertumbuhan Kuartal I Hanya 2,97 Persen

user
tomi 07 Mei 2020, 08:08 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 sebesar 2,97 persen. Pertumbuhan ini jauh melambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai  5,07 persen. Sementara bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia ini karena imbas dari virus korona atau covid -19, adanya  pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran virus korona atau covid -19.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 sebesar 2,97 persen. Pertumbuhan ini jauh melambat bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 lalu yang mencapai  5,07 persen. Sementara bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I tahun 2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,41 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik ( BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Selasa (5/5).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 ini paling rendah sejak tahun 2001. Namun harus diakui, bahwa yang membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.

“ Situasi saat ini sangat berbeda dengan situasi tahun- tahun sebelumnya, sehingga tidak bisa disamakan penyebab perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kita tidak bisa memperkirakan kapan covid -19 ini berakhir. Kita hanya berharap semoga cepat teratasi,” tegasnya.

Dikatakan,  pertumbuhan ekonomi   Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2020 mencapai Rp 3.922,6 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 2.703,1 triliun.

Menurutnya sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2020 berasal dari konsumsi rumah tangga yakni sebesar 1,56 persen. Tetapi bila dilihat dari sisi pengeluaran rumah tangga, terjadi perlambatan, pada triwulan I tahun 2020 hanya 2,8r persen, sedangkan periode yang sama tahun 2019 lalu mencapai 5,02 persen.

Dipaparkan, pertumbuhan ekonomi kali ini dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 10,67 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P)sebesar 3,74 persen.

Dari sisi produksi, yang mengalami  penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Dari sisi pengeluaran, penurunan disebabkan oleh kontraksi pada seluruh komponen pengeluaran.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan I-2020 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,14 persen , diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,40 persen, Pulau Kalimantan sebesar 8,12 persen, dan Pulau Sulawesi sebesar 6,19 persen, serta Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,95 persen. Sementara kontribusi terendah ditorehkan oleh kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua. ( Lmg)

Kredit

Bagikan