2018, Ekonomi Bakal Membaik

user
tomi 13 Oktober 2017, 22:44 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden pada 2019 diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik. Bahkan, kecenderungan positif ini diperkirakan mulai terlihat tahun depan.

"Pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih baik, kenapa? Jawabannya simple, karena ada kampanye dan Pemilu," ujar Head of Intermediary Business Schroders Teddy Oetomo di Kantor Schroders Indonesia, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Teddy menilai, tahun 2018 adalah pintu gerbang kampanye Pemilu 2019, artinya kampanye mulai digencarkan tahun depan. Kondisi ini lantas mendorong perputaran uang yang lebih banyak, sehingga diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi.

Lebih dari itu, tahun 2018 akan disemarakkan oleh gelaran pemilihan kepada daerah (Pilkada) yang jumlahnya melebihi Pilkada 2017. Apalagi, wilayah yang akan menghelat Pilkada adalah wilayah yang notabene dengan populasi terbanyak, yaitu  Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Teddy mengatakan, tiga wilayah yang berada di Pulau Jawa itu, menyumbang 40% dari total populasi Indonesia. "Artinya, kalau kita melakukan kampanye di 2018 kita sudah melakukan 40%, ibarat nyolong start istilahnya untuk 2019," kata dia.

Banyaknya populasi tentu menyumbang jumlah dana kampanye yang akan dikeluarkan. Teddy menyebut total dana kampanye di tiga wilayah tersebut mencapai 30% dari ekonomi Indonesia.

"Dana kampanye ini cukup berarti, karena tiga region ini kalau di total itu ada 30% dari ekonomi Indonesia," kata dia.

Sekadar informasi, Pemerintah mengusulkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPN-P) 2017. Angka itu lebih tinggi dari asumsi awal di APBN 2017 sebesar 5,1%. (*)

Kredit

Bagikan