PLN Diminta Efisien, Jonan Ingin Tarif Listrik Turun

user
tomi 05 Juli 2017, 20:08 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik per 1 Juli-31 Desember 2017, untuk semua golongan termasuk 900 va yang telah dicabut subsidinya tahun ini. Bahkan, dalam tiga bulan ini pemerintah meminta Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk melakukan efisiensi supaya harga listrik bisa diturunkan.

Menteri ESDM Ignasius Jonan pun menyampaikan, ESDM telah melakukan diskusi  dengan PLN. Hasilnya, pemerintah mendukung efisiensi utama material utama PLN. Misalnya, material utama untuk maintenance, transmisi, dan sebagainya.

"Jadi harga harus wajar. Jangan harganya (material utama) itu tiap tahun misalnya naik 5%-10%. Untuk harga baja itu kan naik turun, harga kabel juga naik-turun, harga komoditas juga naik turun. Jadi ini harus fair," tuturnya, di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Jonan mengaku memang ada faktor lain yang menentukan harga listrik seperti kurs mata uang. Kontrak IPP sebagai penjual listrik ke PLN semua dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD). Akan tetapi, kata Jonan, faktor kenaikan material utama maintenance, transmisi, dan distribusi setiap tahun dampaknya juga besar. Oleh karena itu, karena pemerintah membantu pada faktor itu, maka perlu ada penyesuaian dari PLN untuk tarif.  "Kita minta dalam tiga bulan ini, PLN komit untuk efisiensi supaya sebisa mungkin turun," tukas dia. (*)

Kredit

Bagikan