Asing Dominasi Kepemilikan Perusahaan

user
tomi 25 Mei 2017, 14:05 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Tingkat literasi maupun inklusi masyarakat Indonesia terhadap pasar modal masih rendah. Akibatnya kepemilikan saham perusahaan perusahaan strategis yang ada di tanah air didominasi investor asing. Sebagai contoh perusahaan rokok terkenal 92,5 persen sahamnya dimiliki asing, sementara kepemilikan saham dalam negeri hanya 7,5 persen.

Menghadapi realitas tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo selama dua hari  menggelar edukasi bagi wartawan ekonomi & bisnis terkait pasar modal di Sambi Resort Kaliurang, 23-24 Mei. Edukasi menampilkan nasa sumber Dedy Priadi, Kepala Pengembangan Wilayah PT Bursa Efek Indonesia Rolly Sugiro, trainer dari PT Phintraco Sekuritas dan Laksono Dwionggo, Kepala OJK Solo.

Laksono Dwionggo menilai wartawan memiliki posisi penting untuk ikut menyampaikan informasi sekaligus mendorong masyarakat untuk berlaku aktif di pasar modal. Sehingga ke depan berhasil mengatrol indeks literasi dan inklusi keuangan pasar modal yang sementara ini masing-masing baru 4.40 persen dan 1,2 persen.

Rolly optimis kegiatan edukasi seperti itu bisa meningkatkan porsi kepemilikan lokal. "Kita harus terus berupaya agar orang asing jangan menguasai perusahaan strategis di Indonesia. Masak tembakau di tanam di tanah Indonesia, dikerjakan orang Indonesia dan dikonsumsi masyarakat Indonesia saham kepemilikannya didonominasi asing.

"Kalau kita tetap tidak peduli terhadap kondisi perusahaan strategis yang produknya dipakai bangsa Indonesia, kita akan semakin dihabisi di depan mata," jelas Rolly. (Qom)

Kredit

Bagikan