Bea Cukai Bongkar Pelanggaran Ekspor Tekstil

user
tomi 03 Mei 2017, 15:26 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bea Cukai bekerja sama dengan PPATK, Ditjen Pajak, dan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan berhasil membongkar pelanggaran ekspor dengan modus pemberitahuan barang yang tidak sesuai dengan yang diberitahukan dalam Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) yang dilakukan oleh PT SPL yang berlokasi di Bandung.

"Modus ekspor tekstil ini berdasarkan hasil audit investigasi, potensi kerugian negara yang diakibatkan oleh pelanggaran ini sebesar Rp 118 Miliar," kata Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (03/05/2017).

Menurut Menkeu PT SPL melakukan ekspor barang dalam PEB dengan pemberitahuan 4.038 roll kain. Namun iformasi dari Bea Cukai Jawa Barat dan hasil analisis intelijen Bea Cukai Tanjung Priok, namun yang ekspor hanya 583 roll kain.  Bahkan untuk mengelabui berat yang seharusnya di ekspor, mereka isi dengan air dalam kemasan plastic agar beratnya sama dengan isi 4.038 roll kain. "SPL hanya ekspor  583 roll kain, tetapi isi hanya 1/8 kontainer, namun mereka isi plastik dengan air agar beratnya sama dengan 4.038 roll kain,” paparnya.

Akibat perbuatan mereka perusahaan dijerat dengan Pasal 103 huruf a atau pasal 102 huruf f UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan jo. pasal 64 ayat (1) KUHP dan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Atas kasus ini, telah ditetapkan dua orang tersangka, yaitu FL dan BS, serta telah dilakukan penyitaan terhadap 16 rekening bank, tanah dan bangunan, mesin tekstil, apartemen, dan polis. (Lmg)

Kredit

Bagikan