Yogya Butuh Broker Saham Berlisensi

user
tomi 20 April 2017, 18:09 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan, jumlah broker yang memiliki sertifikasi wakil perantara pedagang efek di daerahnya saat ini masih minim.

"Masih sangat minim, karena dari sekitar 26.000 investor di DIY, brokernya hanya 38 orang yang bersertifikasi," kata Irfan di Yogyakarta, Kamis (20/04/2017).

Menurut Irfan, pertumbuhan jumlah investor saham di DIY cukup pesat, namun tidak diikuti dengan SDM broker atau wakil perantara pedagang efek (WPPE) berlisensi. Idealnya jumlah broker bisa mencapai sepuluh persen dari jumlah investor di DIY. "Yang belum bersertifikasi sebenarnya ada 110 broker," tuturnya.

Kata Irfan, kekurangan jumlah broker itu juga menjadi peluang bagi generasi muda berkarier di sektor pasar modal. BEI melalui anak perusahaannya yakni The Indonesia Capital Market Institute (TICMI), lanjutnya, akan menggencarkan edukasi dan memberian sertifikat WPPE, di antaranya melalui kerja sama yang telah dijalin dengan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM). "Ini adalah peluang kerja bagi generasi muda,"ungkapnya. (*)

Kredit

Bagikan