Pegadaian Gelar Seminar Kewirausahaan

user
tomi 05 April 2017, 18:01 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com -PT Pegadaian bekerjasama dengan Komunitas Tangan di Atas (TDA) serta berbagai komunitas UMKM, menggelar Seminar Kewirausahaan, di Jakarta, Rabu (05/04/2017). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan serta peningkatan kompetensi di bidang marketing untuk UMKM, serta sebagai bentuk apresiasi Pegadaian kepada nasabah produk mikro.

            

Penyelenggaraan seminar tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan literasi yang dilakukan di 27 kota, dan sudah terselenggara di 15 kota dengan jumlah peserta lebih kurang mencapai 3.000 orang. Para peserta terdiri dari berbagai komunitas UMKM dan nasabah Pegadaian.

 

Direktur Operation, Marketing dan Sales PT Pegadaian, Dijono mengatakan, dari kegiatan seminar diharapkan masyarakat akan lebih mengetahui produk-produk Pegadian. “Produk kami bukan hanya gadai saja, tapi terdapat juga produk Kreasi yang menyasar bagi kalangan UMKM,” ujarnya.

Dijelaskan Dijono, produk Kreasi dapat dimanfaatkan khususnya bagi para pengusaha mikro untuk mendapatkan pinjaman dana modal usaha dengan berbagai kemudahan sebagai agunan. “Tahun lalu. kredit yang disalurkan bagi nasabah Kreasi mencapai Rp 1,3 triliun,” katanya.

Menurut Dijono, produk Kreasi ini sebagai komitmen Pegadaian mendukung kewirausahaan atau wirausaha pemula dengan limit kredit terjangkau serta lama waktu pengembalian yang lebih fleksibel, dan ditentukan sendiri oleh nasabah. “Agunannya hanya berupa surat Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan bisa dapat kredit Rp 200 juta dengan bunga 1 persen sebulan,” jelasnya.

Guna memperoleh pinjaman produk Kreasi, lanjut Dijono, syaratnya punya usaha, berkas pengajuan sama seperti mengajukan kredit ke bank seperti KTP, kartu keluarga (KK), rekening listrik, dan surat keterangan usaha dari kelurahan. Namun demikian, tidak semua BPKP kendaraan bisa dijadikan jaminan.

“Motor BPKB 5 tahun terakhir, mobil 10 tahun terakhir, tapi nggak semua merk kendaraan. Saat ini kendaraan baru keluaran Jepang atau Eropa, pajak kendaraan juga harus aktif, serta BPKB atas nama sendiri atau keluarga yang ada di KK,” kata Dijono. (Imd).

Kredit

Bagikan