Perdagangan Produk Halal Tembus USD10 Miliar

user
tomi 28 Desember 2016, 17:45 WIB
untitled

JAKARTA (KRjogja.com) - Perdagangan produk halal di Indonesia mencapai 10 miliar dolar AS per tahun, angka ini meningkat sekitar 7-10 persen pertahun. Tingginya perdagangan ini membuat Indonesia menjadi sasaran empuk masuknya produk asing karena jumlah penduduknya yang sangat besar. Apalagi sejak terbukannya perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

"Perdagangan produk halal di Indonesia mencapai 10 miliar dolar AS per tahun, angka ini meningkat sekitar 7-10 persen per tahun. ini membuat Indonesia menjadi sasaran empuk masuknya produk asing," kata Kasubdit Inspeksi Produk Berlabel Halal‎ Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)‎ Meutia, dalam diskusi dengan mengusung tema 'Peran Produk Halal dalam Rangka Memperkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia', di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Kendati demikian, aturan main untuk produk sertifikasi halal dinilai masih membingungkan di ajang MEA tersebut. Karena, masing-masing negara di ASEAN memiliki lembaga sendiri yang memberikan predikat dan sertifikasi halal.

"Akan begitu banyak produk impor yang masuk. Produknya ada logo halal. Seperti dari Malaysia, ada logo halal di sana. Tapi tidak dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Meutia.

Banyaknya lembaga yang memberikan sertifikasi halal di masing-masing negara ASEAN, memberikan rasa ragu bagi BPOM. Pasalnya, ini merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) BPOM‎ untuk mengawasi produk yang beredar, termasuk tingkat kehalalan. (Lmg)

Kredit

Bagikan