Stok Beras di Pasar Cipinang Terus Merosot

user
tomi 04 Februari 2018, 21:42 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) tercatat terus mengalami penurunan dengan posisi stok saat ini berada pada angka 22.707 ton. Di mana dalam kondisi normal rata-rata stok beras berkisar pada 25.000-30.000 ton per hari.

Direktur Utama PT.Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo mengatakan, penurunan stok beras yang ada di PIBC disebabkan banyak pelaku usaha mengeluarkan stok beras yang ada menjelang musim panen raya yang diperkirakan mulai Maret 2018.

"Saat ini pedagang mengeluarkan stok, untuk digantikan dengan yang akan masuk jelang panen raya. Saat ini mulai banyak (beras) masuk dari panen di Jawa Tengah," ucap Arief, Minggu (4/2/2018).

DIa mengemukakan, saat panen raya nanti, stok beras yang ada di PIBC bisa mencapai 50.000 ton. Saat ini, rata-rata pengeluaran sebanyak 2.000-3.000 ton per hari, sementara pemasukan beras ke PIBC berkisar pada angka yang sama, namun bisa lebih rendah.

Berdasarkan data dari laman Food Station, penurunan stok di PIBC mulai terjadi pada awal tahun 2018. Pada awal Januari 2018, stok PIBC berada pada posisi 35.392 ton dan terus menurun menjadi 22.707 ton.

Dengan pasokan yang terus menurun, harga beras juga menunjukkan tren peningkatan. Tercatat, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pemicu inflasi Januari 2018 yang sebesar 0,62% disebabkan naiknya harga komoditas tersebut dengan andil cukup tinggi mencapai 0,24%. "Posisi stok pada Januari 2018 lebih sedikit dibanding 2017," kata Arief.

Tercatat, stok beras pada Januari 2017 berkisar pada 33.000-36.000 ton, lebih tinggi jika dibandingkan 2018. Namun, Kementerian Pertanian menyatakan bahwa pada Januari 2018 produksi gabah kering giling diprediksi mencapai 4,5 juta ton atau setara dengan 2,8 juta ton beras. (*)

Kredit

Bagikan