SMI Dukung Percepatan Infrastruktur Indonesia

user
tomi 29 Maret 2019, 12:09 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) ( SMI) telah ikut serta dalam mempercepat proyek infrastruktur di Indonesia melalui 261 proyek infrastruktur senilai Rp1.151,8 triliun.

Peran PT SMI dalam percepatan proyek infrastruktur tersebut dilakukan melalui pembiayaan dan investasi, jasa konsultasi serta penyiapan proyek infrastruktur. “Banyak ide janji baik yang mudah disampaikan namun hanya sedikit orang dan tembaga tekun menerjemahkan ide itu menjadi kenyataan. Saya sangat bangga dan berterima kasih PT SMI adalah salah satu dari sedikit institusi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi kenyataan.” ujar Menteri Keuangan dalam acara satu dasawarsa bakti untuk negeri PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3).

Dikatakan, beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh PT SMI tersebut telah melahirkan sejumlah manfaat nyata bagi bangsa seperti penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta tenaga kerja selama masa konstruksi.

Sedangkan melalui bisnis Pembiayaan dan Investasi misalnya, PT SMI mengelola proyek komersil dan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan nilai proyek mencapai Rp 553,6 triliun. Melalui bisnis Jasa Konsultasi, PT SMI dipercaya dan diberikan mandat menangani 46 proyek senilai Rp 546,6 triliun untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek Infrastruktur Telekomunikasi, Transportasi, Ketenagalistrikan, Jalan Tol, Infrastruktur Sosial, serta Air Minum. Di samping itu, PT SMI juga berpartisipasi dalam 14 penugasan KPBU dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp 51,6 triliun.

PT SMI diketahui telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 69,9 triliun, antara lain Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, Jaringan Optik Palapa Ring, Transportasi Perkotaan, Energi Terbarukan dan lain-lain.

Melalui fasilitas Pembiayaan Daerah, PT SMI diketahui juga telah memberikan dukungan nyata pembangunan infrastruktur daerah di mana 78 persen berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta sisanya di wilayah Indonesia Barat. Tercatat,  20 Offering Letter (OL) telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemda, di mana 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar total Rp 464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp 2,6 triliun.

Sementara itu Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, melalui berbagai inovasi dan produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif, PT SMI semakin memantapkan langkahnya untuk terus bertumbuh serta berkembang dengan pesat dalam menjalankan mandat Kemenkeu sebagai Pemegang Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth).

Dikatakan, PT SMI selama satu dekade  berkesempatan mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia.  Dukungan PT SMI terhadap proyek infrastruktur Indonesia mendorong terciptanya multiplier effect sebesar 18,14 kali terhadap modal disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.

 Melalui penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, Perseroan telah mampu menjaga kualitas aset dengan NPL neto yang sangat rendah sebesar 0,65 persen  dan PT SMI telah beroperasi secara efisien. Hal ini dibuktikan dengan Cost Efficiency Ratio (CER) di bawah rata-rata dari perbankan nasional dan Development Financial Institution (DFI) lainnya.

 PT SMI melahirkan inovasi pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur berorientasikan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dengan menginisiasikan Green Bond – PT SMI tercatat sebagai emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan ini. ( Lmg)


Kredit

Bagikan