Empat Tahun Terakhir, Rerata Inflasi 3,3 Persen

user
tomi 26 Juli 2019, 10:39 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inflasi ibarat tekanan darah, bila terlalu tinggi  akan menyebabkan pingsan, dan kalau terjadi deflasi bisa membuat pusing kepala.

"Begitu juga ekonomi, bila  inflasi tinggi, maka ekonomi akan amburadul serta bila terjadi deflasi daya beli masyarakat tidak ada atau kalau core inflasi 0 persen tentu akan membuat pengusaha tidak bisa berproduksi karena barangnya tidak laku," kata Wapres.

Menurut Wapres seharusnya inflasi berada di level tengah, sehingga terjadi keseimbangan antara kecukupan kebutuhan pangan,  produksi barang , distribusi dan harga yang terkendali.  Tahun ini diharapkan inflasi tetap terjaga pada level 3,5 persen, dan tahun 2020 diperkirakan 3,5 +- 1 persen.

"Inflasi itu seperti tekanan darah, kalau terlalu tinggi, ibarat sama dengan kalau tekanan darah 200 ke atas bisa pingsan, kalau deflasi bisa pusing juga ibarat tekanan darah 70 , jadi inflasi itu baiknya di tengah tengah antara 120-130,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla pada acara pembukaan Rakornas Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jakarta, Kamis (25/7).

Dikatakan, inflasi yang tinggi akibat tidak adanya keseimbangan antara suplay dan deman suatu barang. Hal ini sering menjadi dilema di suatu daerah, bila harga beras di tekan, maka petani akan rugi, sebaliknya bila harga beras meningkat, makan konsumen akan mengalami kerugian. Karena itu, harus diatur bagaimana caranya agar petani dan konsumen tidak mengalami kerugian, sementara barang dan distribusi lancar dan harganya juga harus terkendali.

Sementara itu Menteri Koodinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan, realisasi inflasi pada 4 tahun terakhir dapat dijaga sedikit di atas 3 persen dengan laju inflasi 2018 sebesar  3,13 persen. Pencapaian tersebut masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5 persen dengan deviasi 1 persen.  Di mana, secara komponen pembentukannya inflasi pada harga barang-barang bergejolak terutama pangan volatile food di tahun 2018 sebesar 3,39 persen.

"Pada Juni 2019, sedikit meningkat jadi 4,91 persen . Sementara itu inflasi inti masih terjaga dengan laju sebesar 3,07 persen pada tahun 2018 dan 3,25 persen  pada bulan Juni 2019," jelasnya.

Sebaliknya, inflasi harga yang diatur pemerintah menunjukkan penurunan signifikan pada 2018 dari sebesar 3,36 persen menjadi 1,89 persen  pada Juni 2019. Meski secara keseluruhan inflasi 2018 masih terjaga, namun secara spasial terdapat beberapa daerah yang realisasi inflasinya di luar atau di atas sasaran inflasi nasional. Di mana pada tingkat provinsi, terdapat 5 provinsi berada di atas sasaran. Sementara di tingkat kabupaten kota terdapat 8yang berada di atas sasaran. (Sim/Lmg)

Kredit

Bagikan