Penyerapan Lancar, Harga Ayam Mulai Membaik

user
tomi 02 Juli 2019, 22:14 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Harga ayam mulai membaik karena berkurangnya stok serta serapan yang lancar. Diperkirakan  minggu depan harga ayam sudah bisa kembali ke kisaran harga referensi yang ditetapkan pemerintah. Bahkan langkah Kementerian Perdagangan yang mendorong penyerapan ayam potong bagi kalangan ritel   membantu harga ayam bisa terus membaik.

“Memang lumayanlah. Semua full speed. Serapannya ramai, kemudian memang stoknya mulai berkurang,” kata Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Singgih Januratmoko, di Jakarta , Selasa (2/7).

Dijelaskan,  kondisi jatuhnya harga ayam sudah mulai terasa sejak September 2018. Penyebabnya karena adanya oversuplai. “Memang kemarin itu stok di kandang banyak sekali. Jadi, harga ayam sampai Rp 5 ribu per kilogram selama 2 mingguan,” ujar Singgih.

Namun saat ini, harga ayam sudah mulai menyentuh ke angka Rp 15.000—16.000 di Pulau Jawa. Harapannya dengan upaya tambahan terkait penyerapan ayam, harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi. Padahal, Kementerian Perdagangan sebenarnya mengatur harga ayam potong di kisaran Rp 18.000—20.000. Penetapan tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018.

Singgih pun berharap harga ayam potong bisa kembali menyentuh harga referensi guna menutupi biaya produksi yang tinggi. Pasalnya, biaya produksi ayam potong disebut mencapai Rp 18.500—19.000 per kilogram. Tingginya biaya produksi sendiri dikarenakan harga jagung yang dirasa masih mahal di kisaran Rp4.500 per kilogram.

“Insayaallah minggu depan bisa ke harga referensi,” harapnya.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti, mengatakan, untuk menaikkan harga ayam agar tidak merugikan peternak, Kemendag telah meminta kementerian dan instansi untuk menyerap pasokan daging ayam ras potong dari peternak. Tidak hanya itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) pun didorong melakukan hal yang sama. “Semua upaya ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga ayam ras potong," jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan untuk mendongkrak harga ayam, lanjut Tjahya, yaitu dengan menggelar bazar daging ayam ras di lingkungan Kemendag. Di mana harga jualnya di tingkat konsumen sebesar Rp 32.000/kg.  Kemendag juga mengimbau kementerian dan instansi lain turut menggelar bazar serupa. “Kami juga meminta komitmen dari para pelaku usaha perunggasan untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kondisi ini tidak terulang kembali di masa mendatang," ucap Tjahya. (Lmg)

Kredit

Bagikan