Perbankan Diharapkan Terapkan Transparansi Produk pada Nasabah

user
danar 13 April 2022, 05:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya transparansi perbankan kepada nasabah, terutama pada saat menawarkan produk simpanan khususnya apabila tingkat bunga simpanan melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.

"Sesuai regulasi, setiap bank diwajibkan untuk menempatkan bukti kepesertaan program penjaminan LPS, pengumuman tingkat bunga penjaminan yang dianggap wajar dan maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS. Bank juga harus mencantumkan pernyataan bahwa bank merupakan peserta penjaminan LPS dalam setiap penawaran atau promosi produk simpanan," ujar Purbaya dalam Silaturahmi LPS dan Perbankan bertema Tantangan Perekonomian Global dan Ketahanan Perbankan Indonesia di Tahun 2022, di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi kepatuhan bank terhadap ketentuan LPS terkait program penjaminan LPS. "Survei kami dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa perbankan sudah berupaya dengan sangat baik. Kami sangat berterima kasih karena tingkat kepatuhan terus membaik," katanya seraya menyebutkan, pada 2020 hasil survei tingkat kepatuhan mencapai 87 persen dan meningkat menjadi 89 persen pada 2021.

Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih mengapresiasi perbankan atas kontribusi dan kepatuhannya dalam membayar premi kepada LPS sebagai pelaksana amanat Undang Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS. "Melalui silaturahmi ini semoga dapat mempererat hubungan antarpara stakeholders di industri perbankan yang sedianya ke depan perlu dilakukan secara rutin. Terima kasih juga atas peran serta pelaku industri keuangan baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR), yang telah memenuhi kepatuhan dalam pembayaran premi," ucapnya.

Selain itu, ia mensosialisasikan penerapan Single Customer View (SCV) untuk lebih mendukung pelaksanaan tugas LPS, dalam menjamin simpanan nasabah dan pelaksanaan resolusi bank di Indonesia.

"Keberhasilan implementasi PLPS SCV yang saat ini memasuki masa uji coba sejak Januari sampai Desember 2022, merupakan ikhtiar LPS untuk terus memberikan kepastian dan menjaga kepercayaan nasabah penyimpan dalam memelihara stabilitas sistem perbankan, tentunya memerlukan dukungan partisipasi para pelaku industri perbankan," katanya.(*)

Kredit

Bagikan