Tiga LCC ini Bakal Terbangi Indonesia

user
tomi 03 Juni 2016, 17:23 WIB
untitled

SEOUL (KRjogja.com) - Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung menawarkan teknis kerjasama di bidang pariwisata selang dua pekan Presiden Widodo bertemu muka dengan Presiden Korea di Seoul, 15 Mei 2016.


"Banyak (agenda dan peluang kerjasma). Ujungnya adalah mengejar target 20 juta wisman tahun 2019. Tetapi intinya ada tiga besar. Pertama, soal pengembangan destinasi dan industri pariwisata. Konkretnya, akan bertemu dengan para investor yang hendak menanamkan modal di bidang kepariwisataan,” jelas Arief Yahya yang sudah dijadwalkan one on one dengan lima tourism investor kelas kakap Korea. Jika deal, itu akan menyelesaikan problem amenitas di Tanjung Lesung. Amenitas itu seperti hotel, restoran, café, convention center, entertainment, mall, golf course, dan sebangsanya.


Kedua, kata Menpar soal Akses, connecting Indonesia-Korea, yang selama ini masih terbatas Seoul-Jakarta saja. Belum ada second city yang terbang ke Indonesia. Juga belum ada penerbangan ke kota lain kecuali Jakarta, seperti Surabaya atau pun Bali.  "Belum ada juga LCC, low cost carrier yang beroperasi menjadi jembatan udara ke tanah air. Karena itu wajar jika dengan tetangga seperti Filipina saja, jumlah wisman dari Korea sangat jauh tertinggal. LCC yang sudah appointment ada Jeju Airline, Busan Airlines dan Jin Air” kata Arief Yahya. 


Menpar mengakui Filipina sudah mampu menggaet 1,2 juta wisman Korea. Outbond ke Thailand juga 1,4 juta, Malaysia angkanya di atas 400 ribu. Yang masuk ke Indonesia masih amat kecil, di posisi 338 ribu. “Padahal outbond Korea itu hampir dua puluh juta orang. Kita tidak sampai dua persen. Kecil sekali. Padahal ada banyak perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia. Pasti mereka bergerak di manufacturing, belum masuk ke hospitality seperti perhotelan. Beda cerita jika mereka investasi di perhotelan, pasti banyak orang Korea yang datang,” ungkap Arief Yahya.


Agenda ketiga adalah pertemuan dengan wholesaler atau travel agent dan travel biro besar di sana. Menu wajib setiap Menpar kunker ke negara lain. Antara lain dengan Kim Jin-Kook, Presiden Hanatour, lalu Mr Hong Ki-Jung, Vice Chairman Modetour. “Dua travel company itu adalah yang terbesar di Korea,” kata dia, yang ujungnya tetap hardsales.(*)

 

Kredit

Bagikan