Begini, Konsep Bisnis Islami Ala Puspo Wardoyo

user
tomi 21 Oktober 2019, 07:26 WIB
untitled

SOLO, KRJOGJA.com - Sebagai seorang pengusaha sukses di bidang kuliner yang meniti bisnisnya dari bawah, Puspo Wardoyo, owner Wong Solo Group selalu memperhatikan kaum duafa, maupun masyarakat sosial ekonomi strata bawah yang kurang beruntung secara ekonomi.

Kepada warga yang membutuhkan uluran tangan, bila Puspo hadir di Solo, selalu berbagi rejeki kepada mereka dengan cara membagikan sebagian keuntungan bisnis, dengan cara bersedekah kepada warga yang kurang beruntung.

“Ini merupakan cara saya mencari rejeki” ujar pemilik ratusan gerai Ayam Bakar Wong Solo yang tersebar baik di Indonesia dan luar negeri, di sela-sela berbagi barokah di depan gerai the Jagongan, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Minggu (20/10/2019) malam.

Seperti halnya malam itu, Puspo Wardoyo menjalankan perintah Allah SWT di warung  The Jagongan, yang berlokasi di tengah kota Solo untuk memberikan sedekah kepada ratusan warga kalangan bawah, baik juru parkir, penarik becak, serta  berbagai kalangan yang datang malam itu. Pembagian rejeki ini paling tidak dilakukannya sebulan sekali.

Jumlah mereka yang datang mencapai ratusan, bahkan pada even tertentu seperti tahun baru, bisa mencapai ribuan. Kegiatan bagi-bagi rejeki seperti itu bukan hanya di Jagongan, pemberian sedekah ini juga dilakukan di beberapa tempat lainnya, ketika Puspo Wardoyo sedang makan di salah satu warung, di manapun dia berada.

" Saya mengais rejeki dengan bersedekah itu tidak hanya saya lakukan di Solo, bisa di Medan atau Banjarmasin bahkan saat di bandara di sebuah kota. Jadi tidak ada hubungannya dengan pemilihan walikota Solo," papar Puspo Wardoyo.

Sebagai warga asli Karangasem, Laweyan, Solo, jaringan sahabat Puspo Wardoyo sejak sekolah sampai kuliah juga terjalin baik sampai sekarang. Bahkan kepada beberapa kawan lamanya yang kurang beruntung, alumni SMA Negeri 4 Solo ini juga memberikan santunan.   Bukan hanya di Solo saja, tetapi hal yang sama juga dilakukan Puspo Wardoyo di kota-kota lainnya, seperti Medan, Bandung, Jakarta dan Bogor.

“Apa yang saya lakukan ini sama sekali tidak terkait dengan Pilkada Solo, melainkan hanya karena menjalankan perintah Allah SWT semata untuk sedekah kepada kalangan dhuafa juga anak yatim ,"tutur Puspo Wardoyo.

"Tidak ada maksud riya' ( pamer) atau lainnya selain bersedekah karena Allah, dan saya sudah melakukannya bertahun tahun, ini tidak ada kaitannya dengan pilkada," tegas Puspo.

Sikap dermawan yang sudah dilakukannya bertahun tahun diharapkan bisa menular ada orang lain, termasuk para pemimpin.

"Siapapun yang mendapat amanah sebagai pemimpin Solo, pesan saya tetap amanah dan jangan lupa berbagi (sedekah)," tandasnya.

Sejumlah warga Solo yang di hubungi KRJOGJA.COM mengatakan,

ada pergeseran pilihan masyarakat tentang memilih pemimpin, dimana warga kebanyakan mengidolakan pemimpin melalui penilaian pada figur yang benar-benar mampu menyejahterakan warganya.

"Sosok pemimpin yang ngayomi, memperhatikan kesejahteraan rakyat lebih dipilih rakyat yang kini semakin cerdas, bukan pemimpin yang cari penghidupan dari jabatannya, " ujar Sularto warga Sumber, Banjarsari, Solo terkait pilihan warga Solo untuk memilih calon Walikota atau Wakil Walikota Solo tahun 2020. (Hwa)

Kredit

Bagikan