BI Siapkan 5 Langkah Transformasi Digital Syariah

user
tomi 14 November 2019, 11:25 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo  mengatakan, ada 5 langkah yang harus dilakukan dalam transformasi digital dapat mempercepat perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.  Ke 5 langkah tersebut yakni pertama, mendukung digitalisasi perbankan. Kedua, menjamin interlink antara   fintech dengan perbankan. Ketiga, mendorong inovasi startup. Keempat, mengembangkan infrastruktur sistem pembayaran dan pasar keuangan. Dan kelima, memperkuat kolaborasi dan kerjasama antar negara.

"Transformasi digital akan mengubah semuanya dengan cepat termasuk keuangan syariah,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada acara Indonesia Sharia Economic Festival ( ISEF) 2019, di Jakarta, Rabu (13/11).

Dikatakan dengan transformasi digital akan memajukan ekonomi syariah sebagai arus baru ekonomi di dunia dengan mengeksplorasi esensi dalam menghubungkan layanan keuangan inklusif syariah, inovasi teknologi, dan ekonomi yang berkelanjutan menuju ekonomi dan keuangan syariah yang semakin populer dan digunakan dalam ekosistem keuangan global.

"Dengan digital, petani di Solo cukuo dengan klik di HP, mereka bisa melakukan  penjualan hasil petaniannya dalam waktu dalam 5 menit, dan pembayarannya juga bis dilakukan cepat,” tegasnya.

Perry menambahkan,  saat memberikan ISEF menjadi platform bersama dalam mengimplementasikan ekonomi syariah sebagai arus baru menuju Indonesia Maju. Oleh karena itu, semua pihak dapat bersinergi dengan memanfaatkan ISEF menjadi platform dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, dan penguatan riset dan edukasi syariah.

Dijelaskan, BI terus mendorong ekonomi syariah antara lain pengembangan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain), penguatan kemandirian ekonomi pesantren, pemanfaatan zakat dan wakaf yang dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan dan optimalisasi pembayarannya melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS), serta penyusunan kurikulum keuangan syariah dan kampanye halal lifestyle.

Mengenai penyelenggaraan ISEF 2019 mengangkat tema “Sharia Economy for Stronger and Sustainable Growth”, Perry Warjiyo menjelaskan bahwa dalam perjalanannya, ISEF berevolusi dari kegiatan yang sebelumnya berskala nasional menjadi kegiatan berskala internasional pada tahun 2019.


“ISEF 2019 telah menjadi bagian agenda event eksyar global sepanjang 2019, bersanding dengan event internasional dari berbagai belahan dunia, antara lain Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), Global Islamic Economy Singapore (GIES), Halal Trade Expo Korea, London Sukuk Summit, dan Washington DC Halal Expo & Summit 2019,” katanya.

Ditambahkan, ISEF 2019 juga menjadi tuan rumah beberapa pertemuan internasional dan forum tingkat tinggi antara lain 14th IFSB Summit, 6th OIC Forum on Islamic Social Finance, 5th IIMEFC (International Islamic Monetary Economics and Finance Conference), Journal of Islamic Monetary and Finance Call for Paper, dan International Hajj Conference.

Rangkaian kegiatan ISEF 2019 terdiri dari pertemuan internasional dan forum tingkat tinggi, konferensi dan tayang bincang (talkshow) internasional, forum investasi, temu bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business coaching) serta pameran internasional. (Lmg)

Credits

Bagikan