BI Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi DIY 2022 Masih Berlanjut

user
danar 17 Agustus 2022, 15:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Bank Indonesia (BI) berdasarkan sejumlah pertimbangan memperkirakan pada 2022 ekonomi DIY akan tumbuh pada kisaran proyeksi 4,9 hingga 5,7% (yoy). Selanjutnya, inflasi DIY secara keseluruhan pada 2022 berada pada level 5,70% (yoy), berada di atas sasaran inflasi yang ditetapkan pada 3 ± 1% (yoy).

Kepala Perwakilan BI DIY Budiharto Setyawan menyampaikan ekonomi DIY triwulan II 2022 tumbuh positif 5,2% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2022 sebesar 2,91% (yoy) sejalan dengan nasional. Untuk itu, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan berlanjut lebih baik sepanjang 2022.

" Akselerasi pertumbuhan didorong mobilitas yang kian membaik, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan periode libur sekolah yang diiringi dengan perluasan vaksinasi dan booster. Melihat perkembangan dan risiko ke depan, perbaikan ekonomi DIY diperkirakan akan terus berlanjut selama 2022," tuturnya di Yogyakarta, Rabu (17/8/2022).

Budiharto mengakui membaiknya penanganan pandemi Covid-19, adaptasi digitalisasi, optimalnya belanja infrastruktur PSN, efektivitas PEN, dan mulai bergeraknya sektor-sektor utama DIY terutama pariwisata telah mendorong berlanjutnya pertumbuhan perekonomian. Sebelumnya, BI tetap optimis terhadap perekonomian Indonesia hingga triwulan II 2022 yang terus melanjutkan perbaikan atau tumbuh sesuai proyeksi di kisaran 4,5 hingga 5,3% pada 2022.

"Hal ini didorong peningkatan konsumsi, investasi, dan ekspor yang lebih tinggi dari proyeksi awal, serta perbaikan berbagai lapangan usaha, seperti Transportasi dan Pergudangan dan Akomodasi & Makan Minum. Ke depan, perbaikan perekonomian domestik diperkirakan akan terus membaik didukung oleh peningkatan mobilitas, sumber pembiayaan, dan aktivitas dunia usaha," terangnya.

Selanjutnya, Budiharto menyatakan tekanan inflasi DIY masih akan sangat besar didorong meningkatnya kebutuhan barang dan jasa seiring dengan meningkatnya arus wisatawan dan kegiatan ekonomi secara keseluruhan, serangan penyakit dan gangguan cuaca khususnya pada komoditas cabai merah dan bawang merah. Meski demikian tekanan inflasi relatif tertahan oleh menurunnya tekanan komoditas global serta harga emas.

"Inflasi DIY melanjutkan tren perlambatan pada Juli 2022 tercatat 0,47%(mtm) melambat dibandingkan Juni 2022 (0,52%;mtm). Utamanya bersumber dari deflasi komoditas emas perhiasan, bawang putih dan minyak goreng serta melambatnya inflasi harga aneka cabai. Meski demikian, inflasi DIY secara keseluruhan pada 2022 berada pada level 5,70% (yoy)," ungkapnya. (Ira)

Kredit

Bagikan