Gandeng UGM, Kadin Wujudkan Link And Match Dunia Usaha dengan Pendidikan

user
danar 15 Agustus 2022, 20:50 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai rumah pengusaha dari yang besar hingga terkecil ini berupaya memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan, dalam hal ini perguruan tinggi atau universitas. Kerjasama ini merupakan wujud nyata Pentahelix atau multipihak merupakan unsur kolaborasi yang menggabungkan berbagai pihak diantaranya akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media dalam menghadapi revolusi industri dan era disrupsi.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan Kadin Indonesia sangat menyambut baik kerjasama momentum bersejarah antara UGM dengan Kadin Indonesia yang dituangkan dalam nota kesepahaman. B20 sendiri merupakan perwakilan dunia usaha dari 20 kekuatan ekonomi terbesar di dunia yang tergabung dalam G20.

"Kerjasama ini merupakan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan karena zamannya sudah beda sehingga prosesnya berubah ditambah teknologi berubah dengan cepat. Dengan demikian ada link and match atau menghubungan antara universitas dengan dunia usaha supaya sejalan dengan apa yang diperlukan oleh dunia usaha saat ini," ujarnya dalam "B20-G20 Goes to Campus" dengan topik 'Pendidikan & Pekerjaan di Masa Depan yang Lebih Baik' yang dihadiri Rektor UGM Ova Emilia dan Ketua B20 Indonesia 2022 Shinta Kamdani di Pendopo Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Senin (15/8/2022).

Wakil Ketua Umum Kadin DIY Robby Kusumaharta menyampaikan Kadin DIY mendukung upaya Kadin Indonesia dengan membangun aliansi strategis dengan dunia pendidikan di Indonesia untuk menjadi juara dunia dalam menyongsong masa depan dunia kerja dan pendidikan. Oleh karena itu, Kadin DIY menyampaikan inisiatif lokal berupa perlunya terobosan kebijakan publik yang cepat, akurat dan non-normatif, dialog intensif dengan aktor multi stakeholder dan percepatan transformasi digital mendukung ekonomi hijau dan partisipasi UMKM.

"Kami merancang acara ini untuk melaporkan dan mempromosikan diskusi strategis seputar rekomendasi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti yang dikembangkan selama siklus B20 oleh Gugus Tugas Pekerjaan dan Pendidikan Masa Depan. Kami telah merumuskan empat rekomendasi yaitu mendukung pemulihan dan pertumbuhan pasca pandemi, meningkatkan sistem pendidikan dan pembelajaran seumur hidup, mempercepat inklusi tenaga kerja dipercepat serta memastikan masyarakat dilibatkan dalam upaya pemulihan dan pertumbuhan," tuturnya. (Ira)

Kredit

Bagikan