Kasus Penipuan Tabungan Nasabah di Wonogiri, BRI : Murni Korban Tindak Kejahatan Social Engineering

user
Widyo Suprayogi 06 Agustus 2022, 11:12 WIB
untitled

WONOGIRI, KRJOGJA.com - Kasus penipuan yang dialami seorang nasabah BRI di Wonogiri, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian puluha juta rupiah adalah murni tindak kejahatan 'social engineering'.

Pemimpin Cabang BRI KC Wonogiri Muhammad Nu'man dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (6/8/2022) menyatakan, BRI telah menerima serta menindaklanjuti pengaduan nasabah, dengan melakukan investigasi atas pengaduan dimaksud.

"Yang bersangkuta merupakan korban tindak kejahatan Social Engineering, yang disebabkan nasabah memberikan data transaksi perbankan (password), PIN yang bersifat pribadi dan rahasia sehingga transaksi pemindahan dana dapat berjalan sukses," tuturnya.

Oleh karena itu, BRI menghimbau nasabah, agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan, rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM dan juga menjaga kerahasiaan data nasabah.

Di antaranya menjaga kerahasuaan nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi, kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI.

Terkait hal itu, BRI menyampaikan rasa empatinya. "Namun bank hanya akan melakukan penggantian kerugian kepada nasabah apabila kelalaian diakibatkan oleh sistem perbankan," tuturnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BRI menghimbau nasabah untuk senantiasa menggunakan saluran resmi website dan social media resmi (verified/centang biru) sebagai media komunikasi yg dapat diakses oleh masyarakat melalui media sosial resmi BRI.

Antara lain, Web: www.bri.co.id, IG: @bankbri_id, Twitter: bankbri_id, kontak bri, promo_bri, ◦ FB: Bank BRI, Youtube: Bank BRI dan Tiktok: Bank BRI.

"Apabila mendapat notifikasi melalui sms/email atas transaksi yang tidak dilakukan, nasabah agar segera menghubungi Contact BRI 14017/1500017 untuk melakukan pemblokiran rekening," pungkasnya. (*)

Kredit

Bagikan