Kanwil DJP DIY Fokus Gali Potensi Perpajakan UMKM

user
danar 31 Juli 2022, 14:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) DIY tengah fokus menggali potensi perpajakan seoptimal mungkin guna mencapai target penerimaan 2022. Untuk itu, Kanwil DJP DIY berupaya fokus memberdayakan pelaku UMKM di DIY dengan meningkatkan omsetnya dengan mengadakan program pelatihan antara lain Business Development Services (BDS) dan sebagainya menggandeng berbagai perguruan tinggi maupun stakeholder terkait lainnya yang ada di DIY.

"Kita itu selalu membidik atau mengajari UMKM tidak takut pajak, tetapi bagaimana cara meningkatkan omzetnya semisal dengan pelatihan BDS. Kita mengajari mereka cara pembukaan, lalu menaikkan omset dengan cara menampilkan foto produk di online semenarik mungkin agar laku di pasaran. Itulah cara kita mencoba membantu meningkatkan omzet UMKM karena pelaku usaha di DIY ini mayoritas adalah UMKM, " ujar Kasi Kerjasama dan Humas Kanwil DJP DIY Wiwin Nurbiyati di Yogyakarta, Minggu (31/7/2022).

Wiwin mengatakan apabila omzet UMKM tersebut naik maka otomatis pajaknya semakin meningkat. Terkait potensi pajak sektor UMKM di DIY, pihaknya baru membidik dengan melatih pembukuan bagi sekitar 500-an UMKM di DIY. Sehingga potensi pajak sektor UMKM masih bisa digali dan dikembangkan semaksimal mungkin di DIY kedepannya.

"Setelah realisasi penerimaan pajak di DIY yang disumbang dari pengungkapan sukarela (PPS) dan penyesuaian tarif PPN di semester I 2022 ini, kami menggenjot potensi pajak sektor UMKM di DIY agar mampu berkontribusi cukup signifikan terhadap realisasi target penerimaan pajak pada 2022 kedepannya," tuturnya.

Kanwil DJP DIY pun optimis penerimaan pajak di DOY akan mencapai target 100 pada Oktober 2022 mendatang, sedangkan realisasi penerimaan pajak di DIY sudah mencapai 61 persen per Juli 2022. Pihaknya juga melakukan canvassing kewilayahan yang masuk ekstensifikasi pajak sehingga dapat menemukan potensi calon wajib pajak baru.

"Kita mempunya strategi dalam melakukan ekstensifikasi calon wajib pajak sesuai tren kekinian dan intensifikasi wajib pajak UMKM baru atau wajib pajak baru. Kita akan lihat dan sisir apalagi sekarang Nomor Induk Kependudukan (NIK) sekarang sudah menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sehingga akan lebih memudahkan, karena semua perizinan maupun syaratnya pasti memasukan NIK dalam perizinan," terang Wiwin.

Perlu diketahui, lanjutnya, pajak merupakan kekuatan menuju Indonesia yang maju sehingga pajak itu penting sehingga muncul kesadaran dari wajib pajak itu sendiri untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Potensi pajak di DIY masih cukup besar terutama dari sektor UMKM. Meski kondisi global sangat dinamis bahkan cenderung volatile, namun dengan terkendalinya kasus Covid-19 maka pemulihan ekonomi relatif lebih merata baik secara global maupun domestik menopang berlanjutnya akselerasi pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan II 2022 yang positif. (Ira)

Kredit

Bagikan