Penggiat Kopi Dari Hulu ke Hilir Ikuti Jogja Coffee Week

user
danar 14 Juli 2022, 07:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Para penggiat kopi nusantara dari hulu sampai ke hilir yang tengah mengalami perkembangan pesat saat ini bakal dihadirkan dalam Jogja Coffee Week #2 di Hall A Jogja Expo Center (JEC) pada 2 hingga 4 September 2022. Ajang yang sempat absen karena pandemi Covid-19 tersebut semakin memperkuat posisi DIY sebagai pusat sangrai (roasting), wisata dan produk turunan dalam peta industri kopi di tanah air maupun dunia.

Ketua Panitia Jogja Coffee Week #2 Rahadi Saptata Abra mengatakan event yang diselenggarakan Medialink menggandeng Komunitas Kopi Nusantara serta didukung Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY dan JEC ini bertujuan mengembangkan usaha kopi mulai dari skala petani, UMKM hingga perusahaan besar pemilik merek-merek terkenal dengan segala turunannya baik dari susi hulu, tengah dan hilir yang berkembang pesat. Pameran ini tidak hanya sekedar membantu percepatan pemulihan ekonomi di dalam negeri, namun sekaligus dapat memacu pertumbuhan ekspor kopi Indonesia ke luar negeri yang pasarnya besar dan terus bertumbuh.

" Jogja Coffee Week #2 berperan penting menguatkan dan menjaga dinamika ekosistem bisnis dan meningkatkan komoditas kopi dengan tata cara sistem B2B maupun B2C dari hulu ke hilir. Kami akan hadirkan setidaknya 167 booth dalam pameran tersebut dengan kegiatan lain seperti kompetisi biji kopi, lelang kopi, edukasi dan workshop kopi dari hulu, tengah sampai hilir," tuturnya di Kantor Manajemen JEC, Rabu (13/7/2022).

Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang Organisasi Robby Kusumaharta menyampaikan ajang Jogja Coffee Week #2 ini merupakan salah satu upaya mendukung bangkitnya perekonomian di DIY sesuai dengan fungsi Kadin sebagai agregator ekonomi. Potensi kopi nusantara sangat besar dan mempunyai nilai tambah tersendiri baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

"Tidak diragukan lagi kopi memiliki potensi yang luar biasa yang memiliki pangsa pasar luas sehingga patut dan harus dikembangkan. Kita itu harus menjadi diplomat kopi nusantara yang harus dibarengi dengan peningkatan kualitasnya," tandas Ketua Steering Committee Jogja Coffee Week #2 ini.

Perwakilan Komunitas Nusantara Andri dan Wisnu menyatakan Jogja Coffee Week #2 ini akan dihadiri sedikitnya 60 peserta dari seluruh nusantara karena antusiasmenya sangat tinggi setelah dua tahun vakum karena pandemi. Tidak hanya sekedar menonjolkan pangsa ekspor dan mengenalkan nilai tambah produk semata, ajang ini akan menjadi tempat bertemunya petani hingga konsumen langsung.

"Setidaknya ada lebih 3.000 kedai kopi di DIY belum ditambah angkringan yang jumlahnya bisa mencapai 6.000 gerobak lebih. Ini menunjukkan antusias peminat kopi di DIY sangatlah besar sehingga pasarnya terus bertumbuh," kata Andri.

Andri menambahkan meskipun DIY bukan daerah produsen kopi yang besar, tetapi memiliki posisi strategis di peta industri kopi di tanah air. Uniknya, DIY justru dikenal sebagai pusatnya roasting, lalu wisata kopinya serta produk turunan kopinya seperti dibuat gelang, parfum dan sebagainya yang semakin dikenalkan melalui pameran ini.

"Jogja Coffee Week #2 merupakan salah satu event yang digelar di JEC yang memang berjanji menjadi tuan rumah UMKM. Ajang ini sekaligus menjadi salah satu momentum menghidupkan dan mengagungkan Yogya sebagai kota Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE)," pungkas Anggota Steering Committee Jogja Coffee Week #2 Endro Wardoyo. (Ira)

Kredit

Bagikan