Dekranas Kembali Gelar Pameran Kriyanusa Setelah Dua Tahun Vakum

user
Danar W 21 September 2022, 20:50 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Setelah dua tahun vakum, Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) kembali menggelar pameran Kriyanusa 2022 dengan mengangkat tema "Semangat Bertahan Perajin Berdaya Saing" mulai tanggal 21-25 September 2022 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).

Kegiatan pameran Kriyanusa 2022 dibuka langsung oleh ibu negara Iriana Joko Widodo, dan ketua umum Dekranas yang juga ibu kerajinan nasional, Wury Ma’ruf Amin, Rabu (21/9/2022).

Ketua Pameran Kriyanusa 2022, Elizabeth Thohir, menyatakan, tujuan utama dari pameran Kriyanusa 2022 adalah untuk membantu pemasaran produk-produk binaan Dekranasda dan memberikan ruang bagi industri kerajinan nusantara untuk terus berupaya memunculkan kreativitas dan inovasi dalam rangka meningkatkan kinerja usaha serta menampilkan produk unggulan.

"Industri kerajinan merupakan salah satu sektor yang mampu beradaptasi dan berinovasi di tengah dampak pandemi Covid-19 sehingga dapat bertahan, bahkan mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN)," kata Elizabeth Thohir.

Elizabeth menambahkan, Dekranas yang berdiri sejak 3 Maret 1980, telah menjadi pionir wadah berhimpunnya para penggiat industri kerajinan nasional.

"Dekranas menjadi elemen penggerak di industri kerajinan dan telah menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan tradisi dan warisan budaya dalam membuat kerajinan yang semakin berkualitas dan berdaya saing di seluruh wilayah nusantara," imbuhnya.

Setiap tahunnya, pameran Kriyanusa mengusung ikon daerah nusantara yang berbeda-beda. Adapun ikon Kriyanusa tahun ini adalah dari Provinsi Lampung berupa motif Pucuk Rebung dan motif Raja Medal.

Sekretaris Jenderal Dekranas sekaligus Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita, mengatakan pameran Kriyanusa 2022 menampilkan produk kerajinan dengan kualitas yang semakin baik, sehingga produk kerajinan Indonesia kian dikenal dunia.

"Pameran ini bagus sekali sebagai upaya mendorong produk-produk kerajinan Indonesia untuk semakin mendunia,” ungkap Reni Yanita.

Selain itu, lanjut Reni, Kriyanusa merupakan pameran kerajinan yang ditunggu-tunggu masyarakat tidak hanya Indonesia, tapi mancanegara. "Pasalnya, pameran ini menampilkan produk kerajinan unggulan daerah yang dihasilkan oleh pelaku-pelaku IKM yang kompeten dan berdaya saing,” tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, subsektor industri kerajinan mampu melakukan ekspor dengan nilai US$ 916 juta pada tahun 2021, yang mengalami kenaikan sebesar 10,49% dibandingkan nilai ekspor tahun 2020 yang mencapai US$ 829 juta.

Selain itu, dari data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sumbangan subsektor kerajinan terhadap PDB nasional tahun 2020 mencapai Rp 166,13 triliun, dengan jumlah orang yang bekerja di subsektor kerajinan sebanyak kurang lebih 3,9 juta orang.

Reni menambahkan, sebagai negara yang memiliki keragaman suku bangsa, adat istiadat, seni budaya, dan bahasa, Indonesia dinilai memiliki potensi untuk melahirkan berbagai seni kriya atau kerajinan yang khas dan berkualitas.

"Semoga pameran Kriyanusa ini memberikan kontribusi kepada seluruh peserta untuk meningkatkan produktivitas, serta mengedukasi dan merangsang pemahaman mereka dalam hal mempromosikan produk kerajinan secara aktif dan komprenhensif,” pungkasnya.(Cdr)

Credits

Bagikan