Pengendalian Inflasi Semakin Berat Dan Tidak Mudah

user
Tomi Sujatmiko 25 September 2022, 17:13 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA – Ekonomi DIY terus menunjukkan pemulihan seiring aktivitas masyarakat yang sudah mendekati kondisi normal, sehingga mendorong berlanjutnya perbaikan ekonomi.

Sayangnya tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin berat dan tidak akan mudah di tengah penyesuaian harga energi domestik. Setidaknya terdapat 3 tantangan besar kedepan yang harus diantisipasi melalui penguatan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yaitu disrupsi penawaran global, isu ketahanan pangan serta kendala dari sisi produksi dan distribusi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Budiharto Setyawan mengatakan merujuk roadmap TPI Pusat, roadmap TPID TPID DIY 2022-2024 telah disusun sesuai dengan arahan pengendalian inflasi nasional. Salah satu sorotan utama dalam kerangka jalan tersebut adalah mengenai pentingnya stabilitas harga dan ketahanan pangan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi.

"Inflasi DIY tercatat telah tumbuh 5,52% (yoy) hingga Agustus 2022, sedikit melambat dibandingkan capaian Juli. Meski demikian, angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian nasional 4,69% (yoy),"katanya di Yogyakarta, Minggu(25/9).

Budiharto menyampaikan berkaca dari tiga hal tersebut, sesuai arahan Presiden, penting bagi TPID untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan untuk mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional. Sinergi dan kolaborasi TPID DIY tersebut diwujudkan dalam komitmen berupa kesepakatan bersama antara Pemda DIY dengan Bulog DIY tentang pengelolaan pangan yang terintegrasi di wilayah DIY. (Ira)

 

Kredit

Bagikan