Pertamina Dorong Terciptanya Desa Wisata Inovasi Sambilegi Kidul Sleman

user
Widyo Suprayogi 03 Oktober 2022, 18:40 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Upaya pemberdayaan masyarakat sekitar diwujudkan Pertamina dengan mendorong terciptanya Desa Wisata Inovasi Sambilegi Kidul di Kabupaten Sleman, DIY.

Langkah tersebut sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Energi Berdikari yang dijalankan di sekitar lokasi operasi, salah satunya Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Adisutjipto.

"Desa Wisata Inovasi menghadirkan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat secara terintegrasi. Diantaranya pada bidang pertanian, perikanan, hingga kesenian dan budaya yang melibatkan kelompok masyarakat rentan dari kalangan perempuan, pemuda dan kelompok miskin,” tutur Area Manager Communication, Relations, & CSR Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, Senin (3/10/2022).

Selain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Brasto menyampaikan program yang dijalankan Pertamina menerapkan berbagai inovasi berwawasan lingkungan, seperti Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Inovasi ini disebut sebagai Desa Wisata Inovasi karena terdapat banyak ragam inovasi yang dijalankan oleh masyarakat dalam kegiatan pemberdayaannya," tambahnya.

Beberapa di antaranya penggunaan panel surya sebagai sumber energi, ucap Brasto berupa penggunaan alat waterfall injection sebagai pengganti kincir air dan pemanfaatan limbah organik lumpur kolam sebagai media tanam pertanian.
Dari penggunaan inovasi tersebut, selain mampu memangkas biaya operasional menjadi lebih efisien. Bahkan memberikan dampak lingkungan yang lebih sehat karena memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

Setidaknya ada 500 orang yang terlibat dalam Program Desa Wisata Inovasi Sambilegi Kidul yang terbagi ke dalam beberapa kelompok sejak pertama kali dijalankan pada 2018 lalu.

Di antaranya Kelompok Wanita Tani Arimbi yang menjalankan kegiatan Pertanian Aquaponik atau Hidroponik, Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Sambi Makmur yang menjalankan kegiatan Dangau Mina Horti atau budidaya perikanan dan Kelompok Budaya Jemparingan Sambisena atau seni tradisional dikembangkan masyarakat Sambilegi Kidul.

"Program Desa Wisata Inovasi yang dijalankan mampu menjadi sumber penghasilan tersendiri bagi masyarakat. Rata-rata pendapatan per individu sekitar Rp 1.508.000 per bulan. Pendapatan tersebut diperoleh dari usaha pertanian, usaha perikanan, dan berbagai kunjungan baik yang tatnya wisata maupun kunjungan studi dari beberapa lembaga pendidikan sebagai lokasi riset atau penelitian," ungkapnya.

Program Desa Wisata Inovasi Sambilegi Kidul yang dijalankan tersebut pun telah melahirkan berbagai inovasi energi bersih dengan pemberdayaan masyarakat yang ramah lingkungan.

Hal itu menurutnya merupakan salah satu komitmen Pertamina terhadap implementasi aspek Environment, Social, Governance (ESG).

Selain itu program ini sekaligus mendukung pemerintah khususnya dalam berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

"Utamanya pada poin 1 (Tanpa Kemiskinan), 6 poin 2 (Tanpa Kelaparan), poin 5 (Kesetaraan Gender), poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dan poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan)," pungkas Brasto. (Ira)

Kredit

Bagikan