JNE Gelar Goll..Aborasi Bisnis Online, Gandeng UMKM Yogya untuk Semakin Maju

user
Danar W 14 Oktober 2022, 17:50 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Pandemi telah mentransformasi lebih dari 17,5 juta UMKM di Indonesia untuk mengenal kanal digital dan memanfaatkan berbagai lini media sosial sebagai sarana pemasaran. Tak terkecuali pegiat UMKM Yogyakarta yang berupaya menghasilkan terobosan baru, termasuk melalui kolaborasi dengan jaringan ekspedisi.

Menjadi rumah bagi 48.000 UMKM, Yogyakarta menjadi kota yang tepat untuk digelarnya Roadshow JNE Ngajak Online, Goll…Aborasi Bisnis Online 2022.

“Selamat HUT Kota Jogja ke-266, melalui acara ini saya berharap JNE dapat memberi dukungan agar bisnis dapat bertransformasi dengan tepat dan cepat,” ungkap Chandra Fireta selaku Direktur JNE membuka webinar ini, Jumat (14/10/2022).

Hadir dengan tema Sing Enom Sing Dodolan, webinar ini bertujuan dapat membuka peluang bagi para pengusaha muda untuk meningkatkan skala bisnisnya. “JNE sungguh berkomitmen agar UMKM di Yogyakarta dapat meningkatkan konsentrasi terhadap pertumbuhannya di masa mendatang,” ujar Adi Subagyo selaku Branch Manager JNE Yogyakarta bertempat di Jogja National Museum.

Acara ini menjadi momentum berkumpulnya ratusan UMKM di Yogyakarta untuk mengobarkan semangat bisnisnya menuju 2023. Hal ini diekspresikan oleh ketiga narasumber dari pegiat UMKM yang hadir yaitu Andhika Mahardika selaku CEO Agradaya, Inamul Haqqi Hasan selaku Art & Media Manager Dagadu Djokdja dan Karim Weimpy Adhari selaku CEO Starcross Clothing.

Membuka diskusi hari ini, Andhika selaku CEO Agradaya meyatakan “Agradaya dibentuk dengan harapan dapat meningkatkan daya saing pertanian di Indonesia. Oleh karenanya, kita bekerja sama dengan petani rempah untuk memproduksi produk herbal, hingga saat ini mitra petani kami mampu menguasai teknologi dan memiliki nilai tambah produk hingga lima kali lipat”, ujar Andhika.

Sukses memasarkan berbagai produk rempah-rempah seperti jahe dan temulawak, Andhika menyatakan pentingnya memiliki pendekatan emosional ke konsumen, “Brand perlu mengetahui sisi apa yang diunggulkan dari mereknya. Seperti contohnya, saat ini kami sedang menyiapkan QR Code yang ditampilkan di kemasan produk, ketika di scan akan muncul kisah produk tersebut melalui website”, ujarnya.

Siapa yang tak kenal dengan brand busana legendaris, Dagadu Djokdja. Berdiri sejak 1994, Dagadu menjadi brand pertama yang muncul di benak konsumen ketika bicara pakaian khas Jogja. Bermula dengan membuka gerai kecil di Mall Malioboro, saat ini Inamul sukses membangun bisnis yang berkelanjutan melalui berbagai inovasi.

“Sejak 1994 pemasaran kami masih konvensional, seperti menggunakan media cetak atau koran. Namun saat ini, kami memaksimalkan digital marketing melalui media sosial karena sangat dinamis. Memproduksi beragam konten kreatif secara rutin, kami bertanggung jawab untuk menyajikan informasi dengan pendekatan yang menarik,” ujar Inamul.

Di sisi lain, Karim Weimpy Adhari selaku CEO Starcross Clothing menguak kilas balik perjuangannya sejak tahun 2002 yang bermula menjadi penjaga toko di beberapa gerai busana di Yogyakarta. “Dari menjaga toko, saya mulai belajar bahwa ada peluang. Dengan kemampuan desain grafis yang saya miliki dan modal 500.000 rupiah, Starcross sukses berkembang hingga era ini.” Kemudahan akses edukasi soal young entrepreneur di era ini mendorong Karim untuk memotivasi para peserta yang hadir untuk membangun bisnis impiannya.

Sesuai dengan tema acara ini yaitu Goll…Aborasi, saat ini kolaborasi memainkan peranan penting untuk memenangkan pasar. “Kolaborasi Starcross selalu dilakukan lintas pasar atau bidang, tantangannya adalah pada desain produknya seperti dengan Indomie, Hexos, dan kolaborasi kami lainnya,” ujar Karim.

Hal ini disepakati oleh Widiana selaku PR Regional Jateng DIY JNE yang juga hadir di acara ini. Ia berharap acara ini dapat melahirkan kolaborasi baru antara para pembicara serta peserta UMKM yang hadir. Selain itu, Ia juga mengungkap berbagai dukungan JNE bagi keberlangsungan UMKM setempat.

“Selain program ekspedisi, JNE memiliki banyak program yang sesuai dengan tagline Connecting Happiness, seperti gratis ongkos kirim dengan Roket Indonesia yang dapat diakses melalui aplikasi. Selain itu, konsumen loyal JNE melalui program keanggotaan JLC (JNE Loyalty Card) juga bisa mendapatkan banyak benefit seperti umroh, tak hanya konsumen, JNE juga memberi keuntungan bagi karyawan dengan usia kerja 10 tahun untuk diberangkatkan umroh,” ungkapnya.

Menutup webinar ini, Widiana juga mengingatkan para peserta untuk mampu membuka peluang kolaborasi tak hanya dengan JNE, namun dengan sesama UMKM yang hadir.(*)

Kredit

Bagikan