Pulang ke Yogya, Bernadus Wijaya akan Ajak Anak Muda Lebih Melek Finansial, Gratis

user
Primaswolo Sudjono 18 Januari 2023, 05:53 WIB
untitled

Krjogja.com - YOGYA - Pebisnis muda peraih Forbes 30 Under 30 Asia, Bernadus Setya Ananda Wijaya pulang kampung ke Yogyakarta, akan berbagi kiat meraih kesuksesan dalam mengelola finansial di kalangan anak muda, Sabtu (28/1/2023) mendatang di Auditorium Dryarkara, Kampus 2 Mrican Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, mulai pukul 08.00 sd 12.30.00 WIB. Bernadus Wijaya akan tampil bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, MY Esti Wijaya dan dan aktivis muda perempuan alumnus UGM, RA Yashinta Sekarwangi Mega dengan mengangkat tema 'Smart Financial Stragies for Young Leaders'.

Bernadus Wijaya dalam 'pulang kampung' ini mengajak kaum muda untuk lebih melek finansial. Menurut CEO Sucor Securitas dan peraih penghargaan Gen.T ini, melek finansial dapat diartikan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap serta perilaku masyarakat dalam mengambil keputusan dan pengelolaan keuangannya.

Disamping itu, kaum muda juga akan dibukakan wawasan kemerdekaan finansial atau financial freedom. Bagi yang tertarik mendapatkan banyak wawasan dari Bernadus Wijaya dan 2 pembicara lainnya, MY Esti Wijayati dan RA Yashinta Sekarwangi Mega dapat klik link ini Smartfinancial.

Baca Juga

Masuk Forbes 30 Under 30 Asia, Siapa Bernadus Setya Ananda Wijaya?

Setelah Forbes 30 Under 30 Asia, Bernadus Wijaya Raih Penghargaan Gen.T

Dijelaskan merdeka finansial merupakan kondisi saat kebutuhan keuangan sudah tercukupi dengan baik untuk mencapai tujuan hidup, sehingga tidak perlu khawatir lagi di kemudian hari. Untuk meraihnya, tentunya kita harus memiliki pengetahuan dan kecakapan yang baik dalam mengatur keuangan.

Merdeka finansial merupakan salah satuju tujuan dari setiap orang, agar seseorang memiliki mimpi untuk hidup dengan keadaan yang serba berkecukupan dan tidak khawatir/takut karena kekurangan secara finansial serta tidak memiliki beban untuk membayar kewajiban cicilan mengingat sudah tidak memiliki utang

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Tahun 2019 menyatakan, hanya 38,03 persen masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi akan keuangan. Artinya masih ada separuh lebih penduduk di Indonesia yang tidak memiliki literasi keuangan dengan baik. Maka tidak mengherankan jika kemiskinan pun seolah tidak segera beranjak dari lingkaran kehidupan bangsa,

Sementara itu terdapat 76,19 persen masyarakat Indonesia yang memiliki akses terhadap produk keuangan yang tepat (inklusi keuangan). Meski persentase tersebut meningkat tiap tahun, namun jarak literasi dan inklusi keuangan masyarakat masih sangat jauh. Pengaruh dari gaya hidup yang dinamis dan minimnya pengetahuan tentang pengelolaan keuangan menjadi penyebab bagi milenial sulit merdeka secara keuangan. (*)

Kredit

Bagikan