Deal, Penyidik OJK Selesaikan 99 Perkara Jasa Keuangan Sepanjang 2022

user
Tomi Sujatmiko 25 Januari 2023, 22:13 WIB
untitled

Krjogja.com - Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan 99 perkara kasus di sektor jasa keuangan sepanjang 2014 hingga 2022. Dari jumlah tersebut sebanyak 78 perkara di sektor perbankan, 5 perkara di pasar modal dan 16 perkara industri keuangan non-bank (IKNB).

Direktur Humas OJK Darmansyah menjelaskan, khusus untuk di 2022, OJK telah berhasil menyelesaikan 20 perkara kasus di sektor jasa keuangan yang telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P-21) dan telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap 2).

"Dari 20 perkara tersebut sebanyak 18 perkara sektor Perbankan dan dua perkara sektor IKNB," jelas dia dalam keterangan tertulis, Rabu (25/1/2023).

BACA JUGA :

Minta Tambahan Kencan Tak Dituruti, Residivis Bunuh Siswi SMP

Riset INDEF, Hyperlocal Tokopedia Kerek Penjualan UMKM di Yogyakarta

Untuk memperkuat kewenangan penyidikan dan untuk membangun sistem peradilan pidana yang kredibel, OJK secara rutin menggelar koordinasi dengan lembaga maupun Aparat Penegak Hukum yaitu Polri, Kejaksaan RI, PPATK dan Lembaga Penjamin Simpanan.

Saat ini, OJK memiliki 17 penyidik yang terdiri dari 12 penyidik Kepolisian dan lima penyidik PNS. Selama 2022, penyidik OJK juga telah melakukan penguatan koordinasi dan komunikasi dalam bentuk edukasi pencegahan tindak pidana sektor jasa keuangan dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur serta Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tugas Penyidikan OJK juga mendapatkan penghargaan sebagai Penyidik Terbaik dari Bareskrim Polri pada 24 November 2022 lalu atas prestasi penegakan hukum di sektor jasa keuangan selama 2022. OJK menjadi lembaga terbaik dalam penyelesaian kasus untuk kategori Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kementerian/Lembaga.

Dengan langkah-langkah penguatan dan penegakan hukum tersebut, OJK optimis stabilitas sistem keuangan dapat terjaga khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal dan semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional. (*)

Kredit

Bagikan