Indria Ariyanto Kenalkan Kain Tenun Ecoprint 3D

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Indria Ariyanto menggebrak dunia fashion dengan kain tenun ecoprint 3D (tiga dimensi). Perancang busana asal Cilacap Jawa Tengah ini mencoba keluar dari pakem kreasi ecoprint yang telah ada selama ini . Dengan memadukan karyanya menggunakan kain tenun, Indria Ariyanto ingin mengajak pecinta fashion untuk dapat menikmati keindahan ecoprint dalam dimensi yang berbeda.

Sebagai perancang busana berpengalaman, Indria Ariyanto telah melang melintang dalam dunia rancang busana. Dengan brand ‘Indria Fabric and Apparel’ berbagai karya telah ia ciptakan mulai dari batik, tenun maupun ecoprint.

Selama sepuluh tahun Indria Ariyanto terus bereksperimen dengan karya-karyanya, hingga akhirnya ia berhasil melahirkan ide untuk menuangkan ecoprint dalam bentuk 3D. Kain tenun kemudian dipilihnya untuk menggabungkan karya apik tersebut sehingga keindahan daun ala ecoprint 3D nampak hidup saat dikanakan.

“Konsepnya sama dengan ecoprint pada umumnya, hanya saja dimodifikasi menjadi 3D. Dipilih kain tenun karena selama ini saya mengembankan kain tenun ATBM (alat tenun bukan mesin),” kata Indria Ariyanto usai memamerkan karya terbaiknya dalam ‘AIRA Fashion on The Spot 2021’ yang digelar di Hartono Mall Yogyakarta, Rabu (20/10/2021) kemarin.

Indria Ariyanto mengungkapkan ide munculnya kain tenun ecoprint 3D berawal dari keresahan akan banyaknya ditemukan daun berserakan di sekitar rumah. Ia berpikir jika tak dimanfaatkan maka dedaunan tersebut hanya akan menjadi tumpukan sampah yang menggunungm dibakar lalu menjadi abu.

Di tangah desainer muda ini, daun-daun yang tak berguna tadi dikreasikan ke dalam bentuk ecoprint untuk menjadi karya fashion bernilai tinggi. Dengan teknik tertentu keindahan daun dapat keluar dalam selembar kain mirip seperti bentuk maupun warna aslinya.

“Awalnya senang mencoba-coba dan mengalir begitu saja, banyak daun yang sebenarnya bisa dimanfaatkan. Selain itu banyak kain hasil produksi yang sayang jika dibuang begitu saja, maka saya berinisiatif berkreasi,” imbuhnya.

Untuk dapat penciptakan kain tenun ecoprint 3D, Indria Ariyanto membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Setelah membentuk ecoprint dalam selembar kain hasil tersebut lalu dipotong dan ditempel. Melalui treatment tertentu potongan tersebut dibuatkan frame satu persatu kemudian dikombinasikan ke dalam kain tenun.

Untuk pewarnaan, Indria Ariyanto juga menggunakan bahan-bahan alami seperti daun tunjung maupun daun lainnya sesuai kebutuhan warna yang ia inginkan. Sangaja ia memanfaatkan bahan-bahan dari alam dalam pewarnaan agar dapat menciptakan karya natural yang selaras dengan ecoprint bertemakan daun.

“Warna memakai warna natural. Kain direndam dengan tawas baru setelah itu dimasukan pigmen warba daun tersebut ke kain setelah itu direbus. Kemudian dimasukan lagi ke tawas untuk fiksasi dan dijemur. Setelah itu menggunakan laser cut satu persatu untuk kemudian ditempekan ke daun yang dingiinkan,” kata Indria Ariyanto.

Ia optimis kain tenun ecoprint 3D ini akan menjadi ikon baru menggantikan ecoprint yang telah ada selama ini. Desain miliknya ini juga dapat dinikmati oleh semua orang dari berbagai kalangan maupun pecinta fashion yang ingin kembali kepada karya-karya natural. (Van)

BERITA REKOMENDASI