Kecemasan Penyelengaraan Acara Internasional Muncul Akibat Corona

WABAH Virus Corona COVID-19 telah memunculkan kekhawatiran penyelenggara acara internasional di beberapa negara di Asia. Di antaranya, Hong Kong dan Jepang.

Acara Hong Kong International Film Festival ke-44 (HKIFF) dikabarkan telah ditunda hingga bulan Agustus mendatang karena adanya wabah Virus Corona COVID-19. Pengumuman itu dibuat pada 13 Februari, oleh penyelenggara Hong Kong International Film Festival Society (HKIFFS).

Sebelum pengumuman itu, pada hari yang sama Hong Kong Trade Development Council juga mengatakan bahwa Filmart di Hong Kong, yang merupakan pasar konten film dan televisi terbesar di Asia juga akan mengubah tanggal aslinya yang jatuh pada 25-28 Maret menjadi 27-29 Agustus.

Dalam sebuah pernyataan, Direktur Eksekutif HKIFFS, Albert Lee, mengatakan, “Dua acara utama HKIFF, keduanya dijadwalkan akan dimulai dalam waktu kurang dari enam minggu, akan ditunda hingga musim panas 2020. Namun, program perbendaharaan Cine Fan sepanjang bulan April/Mei telah dibatalkan (langsung),” seperti dikutip dari Chanel News Asia, Senin (17/2/2020).

The Hollywood Reporter juga mengatakan bahwa tanggal spesifik baru untuk HKIFF belum ditentukan.

Albert Lee pun ikut memberi pemberitahuan dengan mengatakan, “Kami berharap dapat berbagi informasi lebih lanjut mengenai HKIFF ke-44 yang ditunda setelah diskusi dengan tempat pemutaran, serta pemangku kepentingan, mitra, dan sponsor kami.”

Pada awal Februari lalu, CEO dari panitia penyelenggara Tokyo Olympic 2020, Toshiro Muto, mengatakan bahwa ia “sangat khawatir” dengan adanya wabah Virus Corona COVID-19 yang mungkin dapat memberikan dampak pada momentum menuju Olimpiade, namun pada hari berikutnya ia tetapi berjanji acara itu akan berjalan sesuai rencana, seperti dikutip dari CGTN.

Pada 14 Februari, Kepala IOC’s Coordination Commission mengatakan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberitahu International Olympic Committee bahwa tidak ada kasus (yang serius) untuk membatalkan atau memindahkan Tokyo Olympic 2020 karena Virus Corona COVID – 19.

Tidak adanya risiko dengan perkumpulan di keramaian juga dikatakan oleh Pakar Kedaruratan Utama WHO, Dr Mike Ryan pada 12 Februari.

Ia pun jupa mengatakan bahwa WHO tidak dapat menjadi “wasit”, dan menambahkan bahwa sebagian besar acara dapat diadakan jika manajemen resiko dapat menerapkan langkah-langkah yang tepat dengan penyelenggara dan pejabat kesehatan setempat.

Dijadwalkan untuk diadakan pada 24 Juli mendatang, pihak berwenang di Jepang mengatakan secara terpisah pada 14 Februari bahwa mereka akan berupaya meningkatkan pengujian dan penanganan setelah adanya laporan kematian karena Virus Corona COVID-19 beserta kasus infeksi baru, yang diantaranya termasuk seorang dokter dan pengemudi taksi.(*)

BERITA TERKAIT