Menkes Pastikan Tak Semua ‘Close Contact’ Akan Jadi COVID-19

Editor: Agus Sigit

RusDua pasien COVID-19 asal Depok, Jawa Barat, tertular oleh warga negara Jepang yang kini dirawat di Malaysia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, dua orang Indonesia ini terinfeksi karena kontak dekat atau close contact dengan orang Jepang.

Sampai sekarang, dua orang positif COVID-19 masih diisolasi di RSPI Sulianti Saroso. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menerangkan bahwa kondisi mereka sehat, meski sesekali batuk. “Mereka berdua ini dalam kondisi sehat. Tapi, ya, sesekali batuk,” katanya pada awak media di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Dalam kesempatan ini Menkes Terawan juga menjelaskan bahwa tidak semua close contact itu akan menyebabkan seseorang sakit, salah satunya masalah COVID-19. Kontak di sini maksudnya adalah berpegangan tangan, berjabat tangan, berbicara langsung dengan pasien, atau juga memang terpapar air liur pasien positif COVID-19.

Ia memberikan bukti bahwa kontak dekat tidak menyebabkan sakit adalah pada kasus ABK World Dream. Sebanyak 188 orang Indonesia dinyatakan sehat sampai sekarang, padahal mereka dipastikan melakukan kontak langsung.

“ABK Kapal World Dream melakukan kontak fisik, tapi pada kenyataannya 188 orang itu negatif COVID-19 semua. Padahal ada kontak di situ,” paparnya.

Ia menambahkan, ini semua karena sistem imun tubuh yang baik bukan panik. “Kalau badan kita sehat, ya, virusnya nggak akan mempan masuk ke tubuh. Jadi, tergantung imun orang tersebut,” tambah Menkes Terawan.

Jadi, Menkes Terawan menegaskan untuk semua masyarakat Indonesia menjaga kesehatan tubuh dengan menggalakkan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan menjaga kebersihan tubuhnya. Dengan menjaga ini, imun akan tetap baik.

BERITA TERKAIT