Pemerintah Terus Waspadai Perkembangan Korona

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah telah berhasil memulangkan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjalani observasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau setelah dijemput dari Wuhan, Tiongkok. Pemerintah memastikan semua WNI dalam keadaan sehat tanpa ada yang terpapar virus Covid-19 atau virus korona.

Kesuksesan pemerintah dalam melakukan observasi dan mencegah tersebarnya virus itu pun menuai apresiasi dari dunia internasional, salah satunya adalah dari World Health Organization (WHO). Sampai Senin (17/2 2020) malam Indonesia masih aman dan belum memiliki kasus positif Covid-19. Namun terlalu dini untuk menurunkan kewaspadaan dari pandemi ini. Hal tersebut lantaran di belahan dunia lain pandemi Covid-19 masih terus bertambah.

BACA JUGA :

Dampak Corona, Siap-siap Berburu Tiket Pesawat Murah

PMI Siap Bantu Pemerintah Cegah Virus Corona Masuk Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Jakarta,Senin (17/2 2020) malam,menjelaskan, pemerintah Indonesia masih memiliki agenda yang panjang dalam memerangi pandemi Covid-19.

Muhadjir menyebut saat ini pemerintah terus mengawasi WNI di luar negeri yang masih terancam terpapar Covid-19. Contoh kasus ini menurut Muhadjir adalah kasus WNI yang menjadi awak kapal pesiar Westerdam dan Diamond Princess yang di dalam kapal pesiar tersebut terdapat beberapa orang yang terdampak Covid-19.

“Bila terjadi keadaan terburuk, kita harus tangani seperti WNI dari Hubei. Tetapi kita juga menghormati kewenangan negara dan protokol WHO yg telah ditetapkan. Saya kira kita juga akan siap untuk menghadapi itu,” tutur Menko PMK .

Selain memantau perkembangan WNI di luar negeri, tentu saja keamanan dalam negeri juga diutamakan pemerintah. Menko Muhadjir mengatakan pemerintah akan memperketat kewaspadaan pintu-pintu masuk ke Indonesia dari berbagai jalur yaitu darat laut dan udara, termasuk memaksimalkan peralatan yang diperlukan dalam pemeriksaanPemerintah juga akan memperketat pemeriksaan riwayat perjalanan dan kesehatan dari Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia.

“Yang akan kita lakukan adalah memperketat pintu-pintu masuk dan juga menelusuri riwayat perjalanan mereka yang masuk ke Indonesia terutama seperti yang ditetapkan Kementerian Luar Negeri misalnya mereka harus orang yang selama 14 hari terakhir tidak pernah berada di daratan pusat terjadinya penyakit ini yaitu di daratan Cina. Jadi itu akan perketat betul,” terangnya. (Ati)

BERITA TERKAIT