Album Baru Shaggy Dog Angkat Isu Sosial

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN (KRjogja.com) – Setelah merilis album barunya pada pertengahan Agustus lalu, Shaggy Dog kembali menunjukkan karya-karya terbarunya yang lebih kaya rasa. Sejak terakhir 2009 mengeluarkan album, Shaggy Dog memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang untuk bisa menghasilkan karya lagu terbaiknya.

Heru Wahyono pentolan sekaligus Vokalis dari band yang sudah berdiri sejak tahun 1996 ini berbagi cerita tentang konsep tentang album ke-6 yang berjudul ‘Putra Nusantara’. Album yang berisi 12 lagu ini diakui sudah bisa dinikmati oleh pendengar musik secara streaming dan bisa dibeli secara digital.

Putra Nusantara sendiri dalam album ini menjadi single yang diandalkan oleh Shaggy Dog. Lagu ini menceritakan tentang harapan dan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. “Dalam album ini isu sosial menjadi hal yang utama bagi kami, terutama soal pendidikan,” ungkap Heruwa, sapaan akrab sang vokalis ini di Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’, Yogyakarta, Jumat (09/09/2016).

Heruwa mengakui, selain menjadi penghibur bagi penikmat musik lagu Putra Nusantara juga menjadi alat kampanye bagi Shaggy Dog dalam persoalan kesejahteraan pendidikan anak-anak. “Harapannya agar anak-anak bisa mendapat pendidikan yang layak, syukur-syukur bisa gratis,” tambahnya.

Disamping itu, dalam hal produksi album baru ini Shaggy Dog para awak personel sebelumnya melakukan karantina selama 10 hari di Villa Kaliurang, Yogyakarta. Proses karantina ini merupakan tahapan yang paling penting bagi Shaggy Dog. “Dengan jadwal yang padat kita perlu fokus, maka dari itu kita bikin karantina,” ujar Heruwa.

Untuk menghasilkan lagu yang variatif, Shaggy Dog dalam album ini melibatkan kurang lebih 20 musisi untuk terlibat dalam pembuatan lagu, diantaranya Iwa K, Sujiwo Tejo dan  Danar ‘Souljah’. Untuk proses mastering, band yang mulai go internasional ini melakukannya di Studi Abbey Road, London. “Kita mau menjajal aja sih gimana enaknya mastering di tempat band-band terkenal dunia. Alhamdulillah bisa,” pungkasnya.

Shaggy Dog sendiri memiliki ‘jenjang karir’ yang melegenda, diataranya Shaggy Dog pernah melakukan tur di Eropa hingga terakhir di Amerika Serikat pada bulan Maret lalu. Dengan pengalaman yang luar biasa ini, Heruwa merasa bersyukur band yang dibangunnya sejak Sekolah Dasar ini bisa menjajal panggung internasional. “Kita bisa nunjukkin bahwa Indonesia terutama Yogyakarta punya potensi ke arah sana,” ungkap Heruwa. (MG-12)

BERITA REKOMENDASI