Arini, Kisah Cinta Beda Usia yang Unik

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Film 'Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat' mulai diputar di bioskop sejak 5 April lalu. Karenanya digelar 'meet & greet' plus nobar di kota-kota besar. Setelah Jakarta, Bekasi, Tengerang dan Depok, kali ini giliran Yogyakarta, di Mini Atrium Hartono Mall, Selasa (10/4). Para penggemar berkesempatan berjumpa dengan dua pemain utamanya yaitu Arini diperankan Aura Kasih dan Morgan Oey memerankan Nick.

Film bergenre romance produksi Max Picture ini diadaptasi dari novel karya Mira W berjudul 'Masih Ada Kereta yang Akan Lewat'. Film Arini pernah dibuat sebelumnya yakni pada tahun 1987 dibintangi Rano Karno dan Widyawati, disutradarai Sophan Sophiaan. Kemudian di remark ulang tahun 2018 oleh sutradara Ismail Basbeth. Meski versi remark (30 tahun lalu), namun kisahnya masih sangat relevan.

Film Arini mengisahkan kisah seorang pemuda berusia 18 tahun yang mengejar cintanya pada perempuan yang jauh lebih tua, selisih 15 tahun. Cerita dimulai dari pertemuan Arini dengan Nick di sebuah kereta api di Jerman. Nick jatuh cinta dan bertekad mengejar cinta Arini meski harus menyusul ke Indonesia dan menghadapi beragam konflik.

Bagi Aura Kasih, memerankan Arini memiliki tantangan cukup berat karena harus mengubah karakter aslinya yang enerjik menjadi kaku. "Arini itu karakternya kaku dan jutek, saya harus belajar keras menghayati," ujar Aura Kasih saat meet n greet dihadapan ratusan penggemar. Begitu pula bagi Morgan yang harus memerankan sosok pemuda tengil yang sedang jatuh cinta. "Butuh energi besar untuk mengungkapkan cinta yang tulus, bukan cinta main-main," kata Morgan.

Pengambilan film ini, selain dilakukan di Jerman juga dilakukan di Kota Yogyakarta. Saat meet n greet, Aura Kasih dan Morgan dipaksa fans melakukan adegan mesra seperti di poster. Setelah itu keduanya menyanyikan dua original soundtrack film yaitu lagu berjudul 'Mencintaimu' dan 'Do You Really Love Me'.

Aura Kasih berpesan, selama ini hubungan antara pria yang lebih muda dengan wanita berusia matang sering dikonotasikan negatif. Lewat film Arini yang menyajikan kisah cinta beda usia yang unik, Aura dan Morgan ingin mengubah persepsi tersebut. "Cinta itu bisa datang kepada siapapun dan kapanpun. Jadi percintaan beda usia itu bukanlah sesuatu yang negatif," kata Aura Kasih. Ia juga mengaku puas, Film Arini mendapat apresiasi positif dari Mira W, si penulis novel. (Dev)

BERITA REKOMENDASI