Aruna dan Lidah Buka Festival Film di Amsterdam

AMSTERDAM, KRJOGJA.com – Film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra memukau Pembukaan Festival Film CinemAsia di Kriterion Amsterdam Belanda. 

Karya sutradrawa Edwin yang menonjolkan kekayaan kuliner dan rempah-rempah Indonesia itu membuat banyak orang Belanda berkeinginan untuk mengunjungi Indonesia dan menikmati kulinernya. "Saya menjadi sangat lapar dan ingin pergi ke Indonesia” demikian tutur beberapa orang selepas menonton film Aruna dan Lidahnya.

Menurut siaran pers KBRI yang diterima Redaksi KRJogja.com, Kamis (7/3) film tersebut sangat mengesankan dan membuat banyak orang ingin mengunjungi Indonesia.
Pembukaan CinemAsia dilakukan Artistic Director Maggie Lee dan Managing Director CinemAsia Hui Hui Pan. Dalam sambutannya,  Duta Besar RI, I Gusti Agung Wesaka Puja  menyatakan, melalui film ‘Aruna dan Lidahnya’ para penonton dapat melihat dan merasakan kenikmatan cita rasa kuliner Indonesia.

Cita rasa yang tercipta dari campuran berbagai rempah yang digunakan untuk menggelitik lidah kita. Film ini disebut Wesaka Puja, sangat sejalan dengan upaya KBRI Den Haag untuk mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara dan rempah-rempah Indonesia di Belanda melalui tema spice road.

"Terpilihnya film Aruna dan Lidahnya sebagai pembuka pada CinemAsia membuktikan bahwa film Indonesia memiliki kualitas kelas dunia dan dapat dinikmati oleh para pencinta film di manca negara. Melihat antusiasme pengunjung hari ini, saya optimis film-film Indonesia yang berkompetisi dalam festival kali ini akan mendapatkan capaian yang maksimal" tegas Dubes Puja dalam perbincangan terpisah.
 
Tiga film Indonesia lainnya yang juga berpartisipasi pada festival tersebut adalah ‘Run to the Beach’ karya Riri Riza, ‘Cek Toko Sebelah’ karya Ernest Prakasa, dan ‘Ave Maryam’ karya Ertanto Robby. Selain ketiga film panjang tersebut, film seri horror Folklore: A Mother’s Love karya Joko Anwar akan ditayangkan bersama Folklore: Nobody karya Eric Khoo (Singapura).

Suasana Indonesia terasa kental dalam pembukaan festival kali ini, dimana penonton menikmati penampilan tarian Bajidor Kahot yang dibawakan oleh kelompok Ina Dance, dan berbagai aneka makanan kecil dengan cita rasa Indonesia. Video promosi Wonderful Indonesia di awal screening semakin memperkuat impresi para penonton akan kekayaan alam dan budaya Indonesia.

Festival Film CinemAsia edisi ke-12  diselenggarakan di Kriterion Theater Amsterdam, Belanda berlangsung hingga 10 Maret 2019. Festival film diikuti oleh 15 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, China, Thailand, dan Singapura. Festival juga melibatkan para juri, sutradara dan pegiat film dari 10 negara. (Fsy)
 

BERITA REKOMENDASI