Bawa Energi 1987 ke 2017 Dengan Gaya yang Berbeda

YOGYA, KRJOGJA.com – Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat sempat hits di Indonesia saat dirilis pada tahun 1987. Film melodrama legendaris itu sebentar lagi akan muncul ke layar kaca Indonesia dengan sentuhan modern karya sutradara Ismail Basbeth.

Tentu saja, Ismail melakukan director treatment pada naskah Arini dengan tidak melupakan energi serta gagasan dari naskah lama film tersebut. Dalam membawa dua hal itu dalam karyanya, ia sangat mengusahakan dirinya tak terbebani oleh film Arini pada tahun 1987.

“Satu, karena pijakan jamannya sangat berbeda. Dua, karena saya punya ingatan sendiri. Dalam film remake Arini ini akan ada scene di mana Arini (Aura Kasih) nonton film Arini dan baca novel Arini karya Mira W. Di situ saya pengen ngomong bahwa ketika jaman berubah, cerita-cerita seperti itu terus ada di masyarakat. Baik itu terinspirasi oleh film atau tidak,” papar Ismail Basbeth seusai big reading naskah remake Arini, Sabtu (16/09/2017).

Seperti yang telah diketahui, tokoh Arini adalah perempuan patah hati yang sulit mengusahakan kesempatan kedua karena traumanya. Ia pun mengalami tekanan sosial dan berkali-kali bertemu lelaki jahat yang keluar dan masuk ke kehidupannya seperti sedang bermain.

Dalam film remake Arini yang akan memulai shooting perdananya pada Minggu (17/09/2017), Ismail fokus pada bagaimana ia memainkan perspektif penonton ketika Arini berada di ruang private dan di ruang non private.

“Yang menarik adalah bagaimana cara dia menolak Nick dan Helmi nantinya. Hal itu menunjukkan seberapa kuat dia menghadapi pasca trauma. Meskipun ketika dia di rumah sendiri, ketika semua lampu padam, ya dia hanya perempuan biasa yang ingin dipeluk, diberi kasih sayang, ingin dicintai, ya ini lah fokus saya, saya akan mainkan di situ,” tegasnya. Sembari repot meladeni anaknya, Bahtera yang minta pulang, ia pun memohon doa restu supaya shooting filmnya di Yogyakarta berjalan dengan lancar. (MG–07)

BERITA REKOMENDASI