Begini Perjalanan Karier Yon Koeswoyo Hingga Tutup Usia

JAKARTA (KRjogja.com) – Indonesia kembali kehilangan salah satu musisi terbaiknya. Yon Koeswoyo, salah satu anggota band legendaris 'Koes Plus' tersebut tutup usia pada Jumat (5/1/2018).

Kabar tersebut diketahui dari pesan singkat yang tersebar dan diterima Okezone. Bens Leo pun membenarkan kabar tersebut melalui akun sosial media pribadinya.

Wafatnya Yon Koeswoyo tentu saja membuat dunia tarik suara Tanah Air merasakan duka yang mendalam. Maklum, pria yang wafat pada usia 77 tahun tersebut memberikan banyak warna di industri musik Indonesia. Berikut sekilas perjalanan karier Yon Koeswoyo yang telah dirangkum Okezone.

Yon Koeswoyo mulai aktif bermusik saat usianya terbilang muda, beberapa tahun setelah Indonesia merdeka. Bersama beberapa saudaranya, pria kelahiran Tuban, Jawa Timur itu membentuk grup band yang diberi nama Kus Brothers pada tahun 1958 lantas berganti nama menjadi Kus Bersaudara pada tahun 1963.

Grup band yang telah mengeluarkan lebih dari 100 album itu mengalami pergantian personel dalam kurun beberapa waktu. Kendati demikian, Yon Koeswoyo tak pernah pindah haluan dan tetap setia menjadi vokalis utama hingga menghembuskan napas terakhirnya pada usia 77 tahun.

Yon Koeswoyo gigih bermusik meskipun segala cobaan kerap menimpa grup bandnya. Meluncurkan album perdana pada tahun 1962, nyatanya karyanya bersama saudara-saudaranya sedarah itu tak lansung diterima oleh para penikmat musik Indonesia. Dikenal sebagai penyanyi legendaris, bapak 4 orang anak ini sempat mengalami kesulitan finansial hingga dipenjara karena dianggap melecehkan Tanah Air.

Pengalaman pahit juga sempat dirasakan Yon Koeswoyo saat mencoba menghibur masyarakat luas dengan lagu yang ia nyanyikan. Yon dan saudara-saudaranya dianggap memainkan lagu ngak ngik ngok (kebarat-baratan) yang membuatnya harus ditahan di Penjara Glodok pada 29 Juni 1965.

Sementara itu, Yon sempat tak punya biaya cukup untuk persalinan anak pertamanya dari istrinya yang bernama Bonita Angelia. Dalam bukunya dikisahkan ia harus mencari pinjaman untuk biaya persalinan yang saat itu berjumlah Rp 500 ribu.

Selanjutnya meskipun bermain dalam satu grup, namun Yon Koeswoyo bisa dibilang paling mendominasi dari pada saudara-saudaranya yang lain. Karya-karya besarnya yang hits beberapa tahun setelah debut diantaranya adalah Kembali ke Jakarta, Kisah Sedih di Hari Minggu, Diana, Hidup yang Sepi, dan masih banyak lagi.

Sebelum akhirnya tutup usia, Yon masih aktif manggung sampai tahun 2016. Konser bertajuk Andaikan Koes Plus Datang Kembali yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat pada 9 Desember 2016 menjadi penampilan terakhir pria berdarah Jawa tersebut di hadapan para penggemarnya.

Selamat Jalan Yon Koeswoyo. (*)

BERITA REKOMENDASI