Belajar Sinematografi dari Film NKCTHI

YOGYA, KRJOGJA.com – Jika kamu penyuka film atau sedang belajar tentang sinematografi,  film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) pantas untuk masuk daftar film wajib di Januari 2020. Dalam film ini Angga Dwimas Sasongko, sutradara film NKCTHI mengeksplorasi dan menantang mainstream sinematografi.

Dalam sesi media gathering dengan awak media bertempat di IC Resto JCM (23/12/19) Angga membedah beberapa teknis sinematografi dalam film bertema keluarga besutannya. Sekaligus film debutnya dalam genre keluarga.

"Film ini berdurasi 120 menit. Jumlah scene saya lupa karena ada beberapa yang secara dadakan saya tambah ditempat," papar Angga Sasongko. Sedangkan untuk color grading dalam film ini Angga menuturkan dia ingin keluar dari pakem color grading yang selama ini secara otomatis diamini orang.

Pakem tersebut contohnya, bahagia pasti warna cerah, sedih warna gelap, masa lalu hitam putih.

"Ada satu peristiwa yang meyakinkan saya bahwa warna nggak bisa jadi stereotype. Ketika melihat karya Van Gogh diaebuah pameran, waktu itu karyanya disandingkan dengan suratnya. Lukisan yang jika dilihat hitam-putih dan gelap akan tetapi jika dicocokkan dengan surat yang ia tulis, itu merupakan gambaran ketika ia sedang jatuh cinta. Sementara menuju akhir hidupnya lukisan Van Gogh malah semakin berwarna," terang Angga lebih lanjut.

Pada film NKCTHI tidak ada paduan color grading khusus. Pilihan grading dan warna disesuaikan pula dengam ruang, waktu dan karakter. "Warna ini nggak cuma grading tetapi juga elemen properti di dalam scene. Aurora contohnya, dia memiliki dua warna. Biru untuk masa lalu, sementara untuk masa sekarang adalah abu-abu dan hitam. Awan warnanya pastel, off-white, cokelat muda."

Selain itu proses pemilihan musik menjadi proses yang menarik untuk dikulik. 

Secara umum konsep musik scoring yang digunakan di film NKCTHI menggabungkan alat musik tradisional dan dipadukan dengan beat elektronik. Karena ini film keluarga, Angga menuturkan musik yang dipilih harus nyaman di telinga penonton semua umur. Pemaduan beat elektronik digunakan sebagai pendekatan untuk penonton muda. 

Soundtrack yang dipakai di film ini berfungsi untuk merepresentasikan tiap karakter. Angkasa  soundtracknya Sisir Tanah, Aurora Isyana, Awan Hindia secukupnya. Masing-masing menggambarkan pergolakan batin, konflik, tantangan dan niche karakter. Musik juga digunakan sebagai identitas dan alur pesan di setiap sequence. 

Menjelang akhir sesi tanya jawab, Rio Dewanto pemeran Angkasa yang juga hadir menutup statementnya dengan anjuran agar penonton fokus pada layar dan tidak mendistraksi diri dengan mengecek handphone

"Alur film ini maju-mundur maju-mundur. Akan ada banyak detil adegan yang akan terlewat jika tak cermat," pungkas Rio.

Bagi Anda yang penasaran dan tidak sabar untuk membedah Sinematografi Film NKCTHI siap-siap untuk segera membeli tiketnya. Film NKCTHI ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 2 Januari 2020. (Lintang FN) 

BERITA REKOMENDASI