Cita-cita Awkarin dan Kisahnya yang Tak Banyak Orang Tahu

YOGYA (KRjogja.com) – Kaya dan mengelilingi dunia, itulah life goal utama dari selebgram kontroversial Karin Novilda atau Awkarin (18). Mahasiswi semester 1 jurusan Bisnis Manajemen Internasional di Binus Jakarta ini tadinya bercita-cita menjadi seorang dokter.

Kesibukan di dunia entertain semakin meyakinkan dirinya bahwa menjadi dokter bukanlah passion-nya. Ditemui dalam meet & greet Awkarin edisi Jogja (25/09/201) di Alive Fushion Dining, ia membagi kisahnya pada KRjogja.com. Yang penggemar harus tahu dari Awkarin, dia pernah mengalami fase belajar dan belajar.

“Aku kan sempat pindah 6 tahun di Tanjung Pinang, pergaulan di sana tuh temen-temen aku nggak ada yang nongkrong. Literally tiap hari tuh belajar, belajar, belajar, jadi aku kebawa gitu lho. Sampai mama bilang ‘ya udah kamu tuh jadi dokter aja’, tapi mama nggak maksa sih,” ungkapnya.

Secara spesifik ia ingin jadi dokter Neurosurgeon alias ahli bedah saraf atau bedah plastik. Namun pertimbangannya lebih berat untuk jadi dokter bedah plastik, karena menurutnya akan lebih membuat cepat kaya. “Semua orang kan ingin cantik. Makin lama makin terobsesi jadi cantik. Aku bayangin bakal kaya banget lah itu,” kata Awkarin.

Dalam pekerjaan,  bagi Karin yang penting bisa enjoy. Jika ia bisa jadi dokter, memiliki pangkat, dan kaya raya namun tidak bahagia sama saja percuma.

Selebgram dengan penghasilan endorsement per dua hari mencapai Rp 30 juta ini mengatakan, “Aku lebih suka have fun sama temen-temen, tapi menghasilkan duit. Aku nggak suka kerja sama orang, aku maunya orang lain yang kerja sama aku," kata remaja yang baru dilaporkan oleh KPAI ini.

Di usia 15 tahun, ia mengaku sudah tidak bergantung pada uang orang tuanya kecuali untuk biaya sekolah. Segala kebutuhannya diperoleh dari hasil kerja sendiri. Dengan modal pinjaman Rp 500.000 dari ayahnya, Karin membuka usaha online shop i-phone case dan berhasil balik modal sebesar 25 juta dalam sebulan.

“Waktu itu kan orang-orang masih ‘wow banget’ sama i-phone, dan casingnya dulu itu masih mahal. Terus aku beli plastic case transparan sama kertas foto yang banyak. Aku bikin sendiri deh itu i-phone case, desain sendiri, ambil gambar dari tumblr, nyetak sendiri, gunting sendiri,” jelasnya bersemangat. 

Kuliah bisnis yang saat ini Karin jalani diharapkan dapat membantunya dalam mengelola kebutuhan finansialnya. Ia sadar bahwa dunia entertain tidak bertahan selamanya, oleh karena itu sebagian penghasilannya saat ini ditabung. Penggemar Chiara Feragni ini ingin suatu saat nanti membuka kafe atau club sendiri, juga butik karena ketertarikannya yang tinggi pada dunia fashion. (MG-05)

Awkarin Nangis Terjun ke Dunia Tarik Suara

Awkarin Temui Penggemarnya di Jogja 

Awkarin Berencana Tinggal di Jogja Lebih Lama

BERITA REKOMENDASI