Digelar Saat Pandemi, FFP 2021 Sepenuhnya Daring

Seperti pada FFP 2020, program unggulan layar tanjleb keliling Banyumas Raya di FFP terpaksa ditiadakan. Program utama kompetisi fiksi dan dokumenter pelajar setara SMA Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen), secara kuantitas sedikit menurun.

Pada FFP 2021, terdapat 9 film fiksi dan 9 film dokumenter pelajar yang didaftarkan. Dari 18 film pelajar tersebut, terkurasi 6 film fiksi dan 5 dokumenter dan berkesempatan diputar, didiskusikan, dan dinilai dewan juri.

Programmer FFP mengurasi 31 film fiksi, dokumenter, dan animasi menjadi 10 film untuk program non-kompetisi yang dijadikan dua program pemutaran. Pada FFP 2021 juga bakal hadir program khusus pemutaran animasi dari Ark Animasi Studio Tegal.

Pada program non-kompetisi, terdapat 31 film yang dikirim dari berbagai kota di Indonesia. Yakni Tangerang, Jakarta, Cianjur, Tegal, Brebes, Semarang, Klaten, Wonogiri, Malang, Blitar, Banyuwangi, Gianyar, Sintang, dan Banyumas Raya sendiri.

Programmer FFP Asep Triyatno menuturkan, program film pelajar favorit penonton yang pada tahun lalu sempat ditiadakan, akan kembali hadir pada FFP tahun ini. “Penonton akan memilih film favorit lewat aplikasi zoom meeting usai menonton film-filmnya,” tuturnya.

BERITA REKOMENDASI