Digelar Saat Pandemi, FFP 2021 Sepenuhnya Daring

Pada FFP kali ini tampil dua nama pegiat sinema kondang, yakni Ismail Basbeth yang kini rajin menyutradarai film panjang dan dan Chairunnisa, sutradara perempuan berbakat.

Disamping terlibat di program focus on FFP, keduanya juga bakal menjadi juri pada FFP 2021.

Program khusus lain, lanjut Asep, berupa bedah buku berjudul Perlawanan Film-Film Banyumas terhadap Orde Baru karya dosen FIB Unsoed Purwokerto Muhammad Taufiqurrohman dan kawan-kawan dosen FIB Unsoed Purwokerto.

“Ini buku pertama yang utuh berbicara soal perfilman Banyumas Raya,” ujarnya.

Selain pentas seni tradisi dan modern pada pembukaan dan malam penganugerahan, juga dipertahankan program penghargaan Lintang Kemukus bagi seniman tradisi dan modern. Penghargaan ini didedikasikan pegiat film di Banyumas Raya kepada para seniman pendahulunya.

Tahun ini FFP yang merupakan program tahunan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga itu memasuki tahun ke 15.Seperti pada even-even sebelumnya, FFP terus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.(Rus)

BERITA REKOMENDASI