Dinda Damarasri: Luncurkan Single di Medsos Lebih Praktis

Editor: KRjogja/Gus

MEDIA sosial menjadi jujugan pemburu eksistensi. Terutama musisi baru, tidak semua memenuhi syarat tidak sedikit juga yang asal-asalan. Sekadar ‘nimbrung’ di medsos tanpa modal memadai. Toh begitu masih banyak yang benar-benar berkualitas dalam mengadu nasib di medsos. Salah satunya Dinda.

Penyanyi muda yang tinggal di Bekasi Utara ini layak disimak biografinya. Dinda yang barusan merilis singel ketiga ‘Angan Terindah’ bermusik sejak kecil. Tahun lalu, pemilik nama lengkap Dinda Putri Damarasri ini masuk 5 Besar Bintang Radio Indonesia. Artinya, dari segi teknis Dinda sudah terakui.

“Dari bayi sering dikasih Eyang lagu Didi Kempot. Umur tiga tahun sudah mulai nyanyi. ‘Sewu Kutha’ lagu pertama yang saya nyanyikan. Ikut lomba nyanyi usia delapan tahun, juara pertama. Dari situ mulai tumbuh percaya diri nyanyi di panggung,” terang Dinda saat ngobrol dengan MP via WhatsApp.

‘Angan Terindah’ dirilis Dinda. Singel perdana ‘Istimewa’ masuk album kompilasi ‘Arsha and His Notes 2’ (2017). Singel kedua ‘Manusia Paling Bahagia’ (2019) diluncurkan bersama Stromp Records. Kecuali ‘Istimewa’, hanya diluncurkan di media sosial. Tidak ada rekaman fisik (CD). Menurut Dinda, peluncuran di media sosial lebih praktis.

“Kalau fisik (CD) mungkin saat bikin album. Kurang relevan untuk ‘Angan Terindah’ dalam bentuk CD, karena hanya singel,” papar Dinda yang lahir pada 16 Maret 2002.

BERITA REKOMENDASI