Dua Garis Biru Raih Tiga Penghargaan JAFF 2019

Film Dua Garis Biru karya Gina S Noer berhasil meraih tiga penghargaan dalam Jogja NETPAC Asian Film Festival untuk  kategori JAFF Indonesian Screen Awards sebagai Best Film, Best Director (Gina S. Noer) dan Best Script (Gina S. Noer). Sedangkan film Susi Susanti : Love All meraih dua penghargaan sebagai Best Cinematography dan Best performance (Laura Basuki).

Selain penghargaan Indonesian Screen Awards, malam itu JAFF juga mengumumkan beberapa penghargaan lainnya diantaranya Golden Hanoman Award penghargaan untuk film terbaik dari Asia Feature Program diraih oleh film House of Hummingbird karya Bora Kim (South Korea & USA), The Science of Fictions (Yosep Anggi Noen/Indonesia) berhasil meraih Silver Hanoman Awards, Netpac Award diraih oleh film Nakorn – Sawan (Puangsoi Aksornsawang/ Thailand) dan Aurora (Bekzat Pirmatov/ Kyrgyzstan).

 

Blencong Awards diraih oleh Diary Of Cattle (Lidia Afrilitia, David Darmadi/ Indonesia), Geber Awards diraih oleh Ma-Ma (Dominic Sangma/India) dan Jogja Film Student Awards diraih oleh Diary of Cattle (Lidia Afrilitia, David Darmadi/Indonesia).

Sederet penghargaan tersebut dibacakan dalam malam penutupan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 14 ‘Revival’ (23/11). Festival film tahunan yang berlangsung selama lima hari mulai tanggal 19 – 23 November 2019 menayangkan lebih dari 100 film yang berasal dari 28 negara se- Asia Pasifik yang digelar di Empire XXI dan LPP Yogyakarta. Selama pelaksanaannya sekitar 14.000 pengunjung turut hadir untuk memeriahkan perhelatan tersebut.

Sebagai penutup Budi Irawanto Festival President JAFF mengungkapkan JAFF dipersembahkan untuk komunitas, volunteer, dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. “JAFF tidak akan berjalan sukses tanpa adanya kalian semua, termasuk para sahabat Hanoman,” tuturnya yang disambut dengan riuh para pengunjung yang hadir.  

Rangkaian JAFF 2019 ditutup dengan pemutaran film Filipina berjudul Motel Acacia (2019) yang disutradarai oleh Bradley Liew. Motesl Acacia merupakan film kolaborasi lintas Negara Asia yang melibatkan salah satu sineas Indonesia Nicholas Saputra sebagai salah satu pemerannya.(KN)

BERITA REKOMENDASI