Endah N Resha Berbagi Tips Bangkitkan Musik Indie

Editor: Ivan Aditya

POLA konsumsi musik di Indonesia berubah sejak kaset tidak lagi jadi satu-satunya media penyimpanan rekaman. Laman penyedia musik dengan fitur download ilegal yang menjamur sejak awal 2000-an pelan tapi pasti mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengapresiasi karya para musisi lokal. Terlebih ketika industri musik Indonesia masuk ke dalam kegelapan, dimana ring back tone membuat sebagian besar para musisi berlomba-loma membuat lagu yang masuk kriteria nada dering ponsel.

Di tengah situasi sulit di awal tahun 2000-an itu Alm Dennie Sakrie, pengamat sekaligus kolektor musik lokal sempat mencatatkan sejumlah band nekat pendobrak zaman, salah satunya Endah n Resha. Pengusung Jazz dari Jakarta ini secara mengejutkan melawan arus industri musik dan langsung bisa diterima masyarakat. Ketika mereka menyambangi Yogyakarta, Jumat (21/07/2017) hingga Sabtu (22/07/2017) pasangan suami istri ini berbagi cerita tentang apa yang pernah mereka lakukan.

"Dulu kami tidak berpikir bagaimana caranya membikin karya agar menghasilkan uang. Padahal waktu itu saya tahu benar si Resha sedang kesulitan ekonomi dan kuliahnya belum lulus. Kami cari uang ya ngamen ke hotel, wedding dan lain-lain tapi kalau karya kami ya kami. Berusaha menjadi diri sendiri saja tapi tetap unik," kata Endah dalam sesi wawancara.

Saat ini kondisi pendengar musik dengan awal ketika muncul dan mendobrak pakem industri hampir sama. Dalam realitas kekinian, pendengar musik belum begitu menghargai karya musisi lokal dan daerah. Resha pun punya cara agar para musisi lokal dan indie di Yogyakarta bisa mengubah selera pendengar musik di daerah.

"Ada tiga. Pertama tiap band harus unik, dari segi visual maupun musik. Visual artinya bagaimana tampilan di panggung atau dengan kata lain berani berbeda. Kedua, konsisten saja bikin musik seperti keunikan dan konsep band. Ketiga adalag branding. Enggak perlu harus ke Jakarta agar musikmu didengar, tapi bagaimana caranya agar musikmu sampai ke telinga pendengar musik di Jakarta dan kota lainnya," sambung Resha. (Des)

BERITA REKOMENDASI