Festival Film Internasional Busan Digelar

Editor: Ivan Aditya

BUSAN, KRJOGJA.com – Festival Film Internasional Busan (BIFF) dibuka di wilayah selatan Korea Selatan tepatnya di kota Busan, pada Kamis 12 Oktobner 2017. Meskipun banyak isu mengancam statusnya sebagai festival film terbesar di Asia, festival tersebut tetap berlangsung.

Selama tiga tahun terakhir, BIFF telah terkunci dalam perselisihan dengan kota Busan yang mensponsori acara itu karena gangguan dari kota tersebut akhir-akhir ini dalam kebebasan artistik festival. Gangguan tersebut dimulai pada 2014 ketika Walikota Busan, Suh Byoung-soo, yang konservatif dan saat itu menjadi ketua panitia penyelenggara BIFF, diduga berusaha menghalangi pemutaran film dokumenter yang mengkritik penanganan mantan Presiden Park Geun-hye atas bencana kapal feri terburuk di negara tersebut, yang terjadi pada tahun yang sama.

Pemutaran film tersebut menghasilkan sebuah audit yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap direktur festival Lee Yo-kwan, menghukum dirinya dan anggota eksekutif lainnya, dan menggulingkan dirinya sebagai direktur serta pemotongan dana utama tahunan kota untuk festival itu. Dengan isu yang masih belum terselesaikan, tiga asosiasi industri film, yang dipimpin Directors Guild of Korea dan mewakili sekitar 300 sutradara film, terus memboikot festival tersebut sejak tahun lalu.

Mereka menuntut permintaan maaf dari Suh atas tuduhan "balas dendam politik" terhadap ekspresi artistik dan pengembalian direktur festival yang digulingkan tersebut. Selain isu kebebasan artistik, menurut laporan Antara, festival ini juga menghadapi perdebatan internal dan krisis kepemimpinan. (*)

BERITA REKOMENDASI