Film Imperfect, Ketika ‘Insecure’ Jadi Bersyukur Tayang Mulai 19 Desember

YOGYA, KRJOGJA.com – Film 'Imperfect : Karier, Cinta dan Timbangan' akan segera rilis di bioskop 19 Desember2019. Film karya Ernest Prakasa ini hadir menyoroti tentang isu, terutama di kalangan perempuan tentang body shaming atau komentar tentang bentuk tubuh seseorang.

"Saya dan Ernest melihat perempuan di zaman sekarang ini menghadapi issue yang cukup berat, salah satunya maraknya body shaming dan absurdnya beauty standard, mulai dari lingkungan sekitar hingga di media sosial,” ungkap kata Meira Anastasia, penulis skenario 'Imperfect' saat berkunjung ke Redaksi KRjogja.com, Selasa (17/12/2019).

Meira mengatakan, film ini merupakan adaptasi dari buku karyanya yang berjudul 'Imperfect : Journey to Self Acceptence' yang pertamakali rilis tahun 2018. Buku itu sendiri menggambarkan dirinya yang pernah mengalami ketidakpercayaan diri komentar warganet tentang sosok dirinya yang tidak sempurna sebagai seorang istri artis.

Meira yang istri Ernest Prakasa merasakan ketidakpercayaan diri. Ia akhirnya merusaha untuk mencintai, menerima dan berdamai dengan tubuhnya sendiri. "Film ini berbeda dengan kisah saya di buku, meski juga soal body shaming dan bullying. Saya ciptakan karakter Rara agar dekat dengan realita yang terjadi pada remaja saat ini," kata Meira.

Meira mengatakan, sosok Rara yang tidak sempurna (imperfect),  diciptakan untuk menjadi potret keseharian para perempuan yang sering dihinggapi perasaan ‘tidak cukup’ dan belum tahu bagaimana memulai untuk sayang dengan diri sendiri.

Apalagi di era media sosial seperti sekarang ini, memang lebih mudah membandingkan diri  dengan orang lain yang terlihat lebih sempurna. Padahal belum tentu orang yang dibandingkan adalah sosok sempurna.

"Kami harap, Rara bisa menjadi tempat para perempuan untuk bercermin dan akhirnya menemukan versi dirinya yang lebih baik, dari insecure menjadi bersyukur,” kata Meira. Seperti film-film karya Ernest, unsur komedi akan mewarnai drama komedi ini.

"Tantangannya beda, komedi yang hadir melekat dalam cerita," kata komika Aci Resti yang juga datang ke KR. Berbeda dengan film-film sebelumnya, kali ini komika yang diajak oleh Ernest sebagian besar adalah komika perempuan.  Selain Aci, juga ada Kiky Saputri, Zsazsa Utari, Aci Resti dan Neneng Wulandari. (Vicky Mazaya)

BERITA REKOMENDASI